Telfon datang dari seorang teman, menanyakan kabar kenapa aku tak datang pada acara TIKAR BERSAMA (TB) yang diadakan oleh Teater Istorina Cikarang pada hari sabtu 2 April 2011.
Bukan aku tak menghargai undangan mereka, tetapi malam itu aku harus mengantar Asa kontrol ke Rumah Sakit. Apa boleh buat, aku rasa keluarga lebih penting dari berkesenian.
Aku minta agar dia mengirim PRESS RLEASE lewat email tentang acara malam itu, tapi hingga berhari-hari tak juga ada email masuk memberitakan tentang acara tersebut.
Memang, menulis pres realese tak mudah, bahkan bagi seorang seniman sekalipun.
Menulis, ternyata bukan suatu kebudayaan dalam masyarakat Indonesia. Mereka lebih banyak bertutur dengan budaya lisan, sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang hilang di tanah pertiwi karena biasanya disampaikan dengan cara lisan. Dan yang namanya ucapan, tentu akan berbeda dengan tulisan dari segi panyampaian dan kelanggengannya. Ucapan bisa dilu[pakan, tetapi tulisan bisa menjadi sebuah dokumentasi yang berumur panjang.
Itulah mungkin mengapa sejarah bangsa Indonesia tidak terekam dalam sejarah dunia seperti negara-negara yang lain. Majapahit dengan patihnya Gajah Mada sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi coba baca tentang sejarah dunia, sangat kecil membahas tentang Indonesia.
Kembali ke masalah kesenian, aku semakin menyadari bahwa KESENIAN BUKAN JALAN HIDUPKU. Kesenian hanyalah sebuah jendela, tempat aku menghirup udara segar setelah rutinitas hidup yang keras. Saat itulah kesenian terasa menyenangkan, berbeda ketika kesenian menjadi pegangan untuk hidup, ia menjadi sebuah rutinitas yang membosankan dan akhirnya tak ada lagi pelepas lelah karena segalanya telah berubah menjadi hal yang rutin dan kaku.
Hidup adalah sebuah pilihan, dan aku telah memilih posisi dalam kesenian sebagai seorang penikmat. Berkesenian karena dorongan hati, bukan tuntutan perut atau ingin dikenal. Berkesenian karena memang ingin berkesenian, tanpa meninggalkan keluarga dan tanggung jawab yang lain. Berkesenian hanya ketika ada waktu, bukan mencuri waktu anak dan istri. Seni adalah keindahan, karenanya aku ingin hidupku tetap indah dengan kesenian, bukan berkesenian dengan membabi-buta.
Bagi orang lain yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk kesenian, itu adalah pilihan hidup anda. Tak ada yang salah. Masing-masing memilih jalan, dan semoga tak ada yang disesali dari jalan yang kita pilih.
Kamis, April 7
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar