Sabtu, April 2

Mas Tejo

Pagi hari, jam 04.30. Rona terbangun karena ada SMS masuk. Dari adikku Esti untuk aku. Beberapa saat kemudian SMS lain masuk dari nomor tak dikenal. Kalimatnya berbeda tetapi isinya sama.

Meminta hadiah Al-Fatihah untuk Mas Tejo, semalam dia dipanggil Allah. Ada perasaan marah, sedih dan sepi membaca keterangan bahwa Mas Tejo yang nyambi kerja sebagai security di sebuah perusahaan di kota Cirebon meninggal karena lehernya dig*r*k sekawanan perampok. Semalam.

Langsung kuhubungi keluarga di Tegal lewat lelefon, berita tersebut benar adanya.

Mas Tejo, kakak sepupuku. Dia seorang anggota TNI yang menikahi anak Bude Uripah, kakak ibuku. Tetapi walaupun dia seorang anggota TNI, sikap dan tindak tanduknya sangat sopan dan jauh sekali dari kesan sombong dan congkak.

Setahuku, banyak anggota TNI atau polisi yang bertingkah sok jagoan ketika mereka hidup di masyarakat. Tetapi sikap tersebut tidak ada dalam diri Mas Tejo. Memang aku memiliki banyak saudara yang menjadi anggota TNI dan guru, ada juga yang menjadi seorang intel. Bahkan adikku Dian, rencananya bulan Mei 2011 juga akan menikah dengan cowoknya yang nota bene seorang TNI AL.

Mungkin karena penghasilan seorang TNI yang tak seberapa, saat pindah tugas ke Cirebon Mas Tejo nyambi juga bekerja sebagai security pada sebuah perusahaan swasta. Dan begitulah, semalam sekawanan perampok telah menjadi perantara kepulangan Mas Tejo ke hadapan Allah.

Teringat kebaikan-kebaikan Mas Tejo, sikapnya yang santun dan ramah, anak-anaknya yang belum mandiri dan masih membutuhkan sosok seorang ayah, ada rasa ngilu dalam dadaku.

Semoga dosa-dosa Mas Tejo diampuni Allah SWT, semoga Allah meridhoi, semoga darah yang tertumpah menjadi air yang menyejukkan di akhirat nanti. Karena aku tahu, saat aku tertidur semalam, Allah tidak tidur dan menyaksikan kejadian tersebut.

Tidak ada komentar: