Pagi hari, sebuah pesan singkat datang dari Susi. Semalam dia melahirkan seorang bayi perempuan dengan berat badan 2,8 kg dengan proses normal.
Beberapa minggu yang lalu aku ketemu di Lippo Cikarang saat dia kontrol dengan dokter Harun. Menurut perkiraan lahir tanggal 13 April, tapi ternyata mundur 2 hari dari yang diperkirakan.
Susui dulu bekerja juga di PT.T.RAD Indonesia di GA sedangkan aku di Produksi. Kami satu angkatan jadi memang cukup akrab karena saat itu PT. T.RAD Indonesia masih belum berproduksi dan cuma ada beberapa pekerja saja. Susi keluar dari PT.T.RAD Indonesia karena kandungannya yang makin membesar dan suaminya meminta berhenti bekerja.
Semoga sukses selalu, semoga diberikan kesehatan dan keselamatan ya Sus,,,,
Kamis, April 14
Senin, April 11
Yana Kena Tonjok
Jam sepuluh pagi kemaren, Yana dari Intercooler Line minta ijin untuk keluar sampai jam satu siang dengan alasan keperluan keluarga. Aku tak memberi ijin jika keperluan yang disampaikannya tidak jelas. Keperluan keluarga sangat luas, mungkin di kertas dia boleh menulis dengan alasan tersebut, tetapi aku harus tahu dengan jelas apa jenis keperluan keluarganya.
Akhirnya dia cerita, kemaren ada masalah dengan orang lain. SMS tak senonoh masuk ke HP ceweknya, Yana tak terima dan meminta si pengirim SMS untuk minta maaf tapi malah dikasih bogem mentah.
Masalahnya cuma itu, tapi keluarga Yana nggak terima dan memilih menuntut si pemukul. Aku pribadi lebih setuju dengan jalan yang dia tempuh, menuntut lewat jalur hukum. Bukan masalah kecil atau besar, tetapi sebagai peringatan agar orang nggak maen tonjok sama orang lain. Bahwa segala sesuatu yang kita lakukan tentu ada konsekwensinya dan sebelum melakukannya kita harus tahu akibat yang akan timbul sebelum menyesal nantinya.
Benar saja, akhirnya keluarga penonjok minta damai dengan uang ganti. Besarnya aku tak tahu, tetapi bagaimanapun si penonjok terbukti sudah kalah. Dasar PECUNDANG.
Akhirnya dia cerita, kemaren ada masalah dengan orang lain. SMS tak senonoh masuk ke HP ceweknya, Yana tak terima dan meminta si pengirim SMS untuk minta maaf tapi malah dikasih bogem mentah.
Masalahnya cuma itu, tapi keluarga Yana nggak terima dan memilih menuntut si pemukul. Aku pribadi lebih setuju dengan jalan yang dia tempuh, menuntut lewat jalur hukum. Bukan masalah kecil atau besar, tetapi sebagai peringatan agar orang nggak maen tonjok sama orang lain. Bahwa segala sesuatu yang kita lakukan tentu ada konsekwensinya dan sebelum melakukannya kita harus tahu akibat yang akan timbul sebelum menyesal nantinya.
Benar saja, akhirnya keluarga penonjok minta damai dengan uang ganti. Besarnya aku tak tahu, tetapi bagaimanapun si penonjok terbukti sudah kalah. Dasar PECUNDANG.
Jumat, April 8
PROTON
New Bisnis, mulai bulan depan kami membuat Intercooler untuk mobil Proton Exora.
Satu bulan dua orang operator di training ke Jepang ( Shiga Ken ) untuk belajar pengelasan aluminium dan senin ini pulang kembali ke Indonesia. Sempat ada sedikit kekhawatiran kalau keduanya akan kabur dan menjadi pekerja ilegal disana, karena nota bene kedua operator tersebut pernah tinggal di Jepang selama tiga tahun sebagai Kenshusei. Sama sepertiku, dan aku tahu persis keadaan disana akan lebih mudah mencari uang dibanding harus kembali pulang ke Indonesia.
Untuk itulah, sebelum keberangkatan mereka aku pesan agar mereka ingat tujuan ke Jepang hanya untuk satu bulan satu minggu, kemudian kembali ke Indonesia untuk bekerja seperti biasanya. Dan mengenal keduanya selama ini, sebenarnya kekhawatiranku tak beralasan. Ayub dan Alfi, keduanya orang-orang yang nurut.
Seperti yang sudah-sudah, proyek baru membutuhkan energi baru. Belum lagi selesai masalah dengan Press Line, datang Proton, sebentar lagi Mitsubishi, Daihatsu dan ada juga project baru dari Honda Motor, sementara itu permintaan dari Yamaha Motor melonjak tinggi hingga bulan Agustus.
Pada saat yang bersamaan Pak Wendy atasanku Assistant Manager mengundurkan diri dan belum ada penggantinya. Mau ga mau, sebagai orang produksi kami harus lebih banyak mencurahkan energi. Untuk perusahaan, tentu dengan bertambahnya project bisnis adalah hal yang sangat menguntungkan secara materi, tapi bagi aku mungkin tak jauh berbeda.
Ah,,, aku jadi kangen sama Asa, Rona, Tumini dan Paijo.
Satu bulan dua orang operator di training ke Jepang ( Shiga Ken ) untuk belajar pengelasan aluminium dan senin ini pulang kembali ke Indonesia. Sempat ada sedikit kekhawatiran kalau keduanya akan kabur dan menjadi pekerja ilegal disana, karena nota bene kedua operator tersebut pernah tinggal di Jepang selama tiga tahun sebagai Kenshusei. Sama sepertiku, dan aku tahu persis keadaan disana akan lebih mudah mencari uang dibanding harus kembali pulang ke Indonesia.
Untuk itulah, sebelum keberangkatan mereka aku pesan agar mereka ingat tujuan ke Jepang hanya untuk satu bulan satu minggu, kemudian kembali ke Indonesia untuk bekerja seperti biasanya. Dan mengenal keduanya selama ini, sebenarnya kekhawatiranku tak beralasan. Ayub dan Alfi, keduanya orang-orang yang nurut.
Seperti yang sudah-sudah, proyek baru membutuhkan energi baru. Belum lagi selesai masalah dengan Press Line, datang Proton, sebentar lagi Mitsubishi, Daihatsu dan ada juga project baru dari Honda Motor, sementara itu permintaan dari Yamaha Motor melonjak tinggi hingga bulan Agustus.
Pada saat yang bersamaan Pak Wendy atasanku Assistant Manager mengundurkan diri dan belum ada penggantinya. Mau ga mau, sebagai orang produksi kami harus lebih banyak mencurahkan energi. Untuk perusahaan, tentu dengan bertambahnya project bisnis adalah hal yang sangat menguntungkan secara materi, tapi bagi aku mungkin tak jauh berbeda.
Ah,,, aku jadi kangen sama Asa, Rona, Tumini dan Paijo.
Kamis, April 7
Seni & Keluarga
Telfon datang dari seorang teman, menanyakan kabar kenapa aku tak datang pada acara TIKAR BERSAMA (TB) yang diadakan oleh Teater Istorina Cikarang pada hari sabtu 2 April 2011.
Bukan aku tak menghargai undangan mereka, tetapi malam itu aku harus mengantar Asa kontrol ke Rumah Sakit. Apa boleh buat, aku rasa keluarga lebih penting dari berkesenian.
Aku minta agar dia mengirim PRESS RLEASE lewat email tentang acara malam itu, tapi hingga berhari-hari tak juga ada email masuk memberitakan tentang acara tersebut.
Memang, menulis pres realese tak mudah, bahkan bagi seorang seniman sekalipun.
Menulis, ternyata bukan suatu kebudayaan dalam masyarakat Indonesia. Mereka lebih banyak bertutur dengan budaya lisan, sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang hilang di tanah pertiwi karena biasanya disampaikan dengan cara lisan. Dan yang namanya ucapan, tentu akan berbeda dengan tulisan dari segi panyampaian dan kelanggengannya. Ucapan bisa dilu[pakan, tetapi tulisan bisa menjadi sebuah dokumentasi yang berumur panjang.
Itulah mungkin mengapa sejarah bangsa Indonesia tidak terekam dalam sejarah dunia seperti negara-negara yang lain. Majapahit dengan patihnya Gajah Mada sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi coba baca tentang sejarah dunia, sangat kecil membahas tentang Indonesia.
Kembali ke masalah kesenian, aku semakin menyadari bahwa KESENIAN BUKAN JALAN HIDUPKU. Kesenian hanyalah sebuah jendela, tempat aku menghirup udara segar setelah rutinitas hidup yang keras. Saat itulah kesenian terasa menyenangkan, berbeda ketika kesenian menjadi pegangan untuk hidup, ia menjadi sebuah rutinitas yang membosankan dan akhirnya tak ada lagi pelepas lelah karena segalanya telah berubah menjadi hal yang rutin dan kaku.
Hidup adalah sebuah pilihan, dan aku telah memilih posisi dalam kesenian sebagai seorang penikmat. Berkesenian karena dorongan hati, bukan tuntutan perut atau ingin dikenal. Berkesenian karena memang ingin berkesenian, tanpa meninggalkan keluarga dan tanggung jawab yang lain. Berkesenian hanya ketika ada waktu, bukan mencuri waktu anak dan istri. Seni adalah keindahan, karenanya aku ingin hidupku tetap indah dengan kesenian, bukan berkesenian dengan membabi-buta.
Bagi orang lain yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk kesenian, itu adalah pilihan hidup anda. Tak ada yang salah. Masing-masing memilih jalan, dan semoga tak ada yang disesali dari jalan yang kita pilih.
Bukan aku tak menghargai undangan mereka, tetapi malam itu aku harus mengantar Asa kontrol ke Rumah Sakit. Apa boleh buat, aku rasa keluarga lebih penting dari berkesenian.
Aku minta agar dia mengirim PRESS RLEASE lewat email tentang acara malam itu, tapi hingga berhari-hari tak juga ada email masuk memberitakan tentang acara tersebut.
Memang, menulis pres realese tak mudah, bahkan bagi seorang seniman sekalipun.
Menulis, ternyata bukan suatu kebudayaan dalam masyarakat Indonesia. Mereka lebih banyak bertutur dengan budaya lisan, sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang hilang di tanah pertiwi karena biasanya disampaikan dengan cara lisan. Dan yang namanya ucapan, tentu akan berbeda dengan tulisan dari segi panyampaian dan kelanggengannya. Ucapan bisa dilu[pakan, tetapi tulisan bisa menjadi sebuah dokumentasi yang berumur panjang.
Itulah mungkin mengapa sejarah bangsa Indonesia tidak terekam dalam sejarah dunia seperti negara-negara yang lain. Majapahit dengan patihnya Gajah Mada sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi coba baca tentang sejarah dunia, sangat kecil membahas tentang Indonesia.
Kembali ke masalah kesenian, aku semakin menyadari bahwa KESENIAN BUKAN JALAN HIDUPKU. Kesenian hanyalah sebuah jendela, tempat aku menghirup udara segar setelah rutinitas hidup yang keras. Saat itulah kesenian terasa menyenangkan, berbeda ketika kesenian menjadi pegangan untuk hidup, ia menjadi sebuah rutinitas yang membosankan dan akhirnya tak ada lagi pelepas lelah karena segalanya telah berubah menjadi hal yang rutin dan kaku.
Hidup adalah sebuah pilihan, dan aku telah memilih posisi dalam kesenian sebagai seorang penikmat. Berkesenian karena dorongan hati, bukan tuntutan perut atau ingin dikenal. Berkesenian karena memang ingin berkesenian, tanpa meninggalkan keluarga dan tanggung jawab yang lain. Berkesenian hanya ketika ada waktu, bukan mencuri waktu anak dan istri. Seni adalah keindahan, karenanya aku ingin hidupku tetap indah dengan kesenian, bukan berkesenian dengan membabi-buta.
Bagi orang lain yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk kesenian, itu adalah pilihan hidup anda. Tak ada yang salah. Masing-masing memilih jalan, dan semoga tak ada yang disesali dari jalan yang kita pilih.
Sabtu, April 2
Mas Tejo
Pagi hari, jam 04.30. Rona terbangun karena ada SMS masuk. Dari adikku Esti untuk aku. Beberapa saat kemudian SMS lain masuk dari nomor tak dikenal. Kalimatnya berbeda tetapi isinya sama.
Meminta hadiah Al-Fatihah untuk Mas Tejo, semalam dia dipanggil Allah. Ada perasaan marah, sedih dan sepi membaca keterangan bahwa Mas Tejo yang nyambi kerja sebagai security di sebuah perusahaan di kota Cirebon meninggal karena lehernya dig*r*k sekawanan perampok. Semalam.
Langsung kuhubungi keluarga di Tegal lewat lelefon, berita tersebut benar adanya.
Mas Tejo, kakak sepupuku. Dia seorang anggota TNI yang menikahi anak Bude Uripah, kakak ibuku. Tetapi walaupun dia seorang anggota TNI, sikap dan tindak tanduknya sangat sopan dan jauh sekali dari kesan sombong dan congkak.
Setahuku, banyak anggota TNI atau polisi yang bertingkah sok jagoan ketika mereka hidup di masyarakat. Tetapi sikap tersebut tidak ada dalam diri Mas Tejo. Memang aku memiliki banyak saudara yang menjadi anggota TNI dan guru, ada juga yang menjadi seorang intel. Bahkan adikku Dian, rencananya bulan Mei 2011 juga akan menikah dengan cowoknya yang nota bene seorang TNI AL.
Mungkin karena penghasilan seorang TNI yang tak seberapa, saat pindah tugas ke Cirebon Mas Tejo nyambi juga bekerja sebagai security pada sebuah perusahaan swasta. Dan begitulah, semalam sekawanan perampok telah menjadi perantara kepulangan Mas Tejo ke hadapan Allah.
Teringat kebaikan-kebaikan Mas Tejo, sikapnya yang santun dan ramah, anak-anaknya yang belum mandiri dan masih membutuhkan sosok seorang ayah, ada rasa ngilu dalam dadaku.
Semoga dosa-dosa Mas Tejo diampuni Allah SWT, semoga Allah meridhoi, semoga darah yang tertumpah menjadi air yang menyejukkan di akhirat nanti. Karena aku tahu, saat aku tertidur semalam, Allah tidak tidur dan menyaksikan kejadian tersebut.
Meminta hadiah Al-Fatihah untuk Mas Tejo, semalam dia dipanggil Allah. Ada perasaan marah, sedih dan sepi membaca keterangan bahwa Mas Tejo yang nyambi kerja sebagai security di sebuah perusahaan di kota Cirebon meninggal karena lehernya dig*r*k sekawanan perampok. Semalam.
Langsung kuhubungi keluarga di Tegal lewat lelefon, berita tersebut benar adanya.
Mas Tejo, kakak sepupuku. Dia seorang anggota TNI yang menikahi anak Bude Uripah, kakak ibuku. Tetapi walaupun dia seorang anggota TNI, sikap dan tindak tanduknya sangat sopan dan jauh sekali dari kesan sombong dan congkak.
Setahuku, banyak anggota TNI atau polisi yang bertingkah sok jagoan ketika mereka hidup di masyarakat. Tetapi sikap tersebut tidak ada dalam diri Mas Tejo. Memang aku memiliki banyak saudara yang menjadi anggota TNI dan guru, ada juga yang menjadi seorang intel. Bahkan adikku Dian, rencananya bulan Mei 2011 juga akan menikah dengan cowoknya yang nota bene seorang TNI AL.
Mungkin karena penghasilan seorang TNI yang tak seberapa, saat pindah tugas ke Cirebon Mas Tejo nyambi juga bekerja sebagai security pada sebuah perusahaan swasta. Dan begitulah, semalam sekawanan perampok telah menjadi perantara kepulangan Mas Tejo ke hadapan Allah.
Teringat kebaikan-kebaikan Mas Tejo, sikapnya yang santun dan ramah, anak-anaknya yang belum mandiri dan masih membutuhkan sosok seorang ayah, ada rasa ngilu dalam dadaku.
Semoga dosa-dosa Mas Tejo diampuni Allah SWT, semoga Allah meridhoi, semoga darah yang tertumpah menjadi air yang menyejukkan di akhirat nanti. Karena aku tahu, saat aku tertidur semalam, Allah tidak tidur dan menyaksikan kejadian tersebut.
Jumat, April 1
Berat badan Asa.
Sudah lama sebenarnya berat badan Asa bermasalah. Kenaikannya tidak seperti yang diharapkan. Dan sudah sejak lama pula kami berkonsultasi, awalnya dengan bidan tempat Asa dilahirkan. Tak ada jawaban memuaskan, menurutnya anak memiliki karakter yang berbeda dan Asa memang memiliki tubuh yang mungil dan itu sudah pembawaan. Aku kurang puas, karena Asa lahir dengan berat badan 3,8 kg panjang 51. Rasanya termasuk ukuran yang besar bagi bayi di Indonesia.
Pindah ke dokter spesialis anak, beberapa dokter juga mengatakan hal yang sama. Bahkan salah seorang dokter menyarankan agar kami mengganti susu buat Asa. Saat ini susu yang kami gunakan morinaga, dan dia menyarankan menggunakan Neosure. Untuk satu tahun ke atas biasanya orang menggunakan pediasure, tetapi karena Asa masih di bawah satu tahun maka Neosure lah yang harus diberikan.
Kami turuti, tetapi tetap tidak banyak membantu. Berat badan Asa walaupun bertambah tetapi tidak maksimal. Masalah makan, Asa tidak bermasalah. Bahkan nafsu makannya lebih baik dibandingkan anak seusianya, mungkin hanya minum susu yang rada males.
Karena dokter-dokter spesialis anak yang kami temui mengatakan tidak ada masalah pada Asa, maka kami mencoba untuk bersikap tenang. Tetapi tetap saja pertanyaan-pertanyaan mengganjal dalam benak kami. Apa yang salah dengan Asa..? Anaknya lincah dan jarang sakit, makan banyak, bahkan setiap melihat mangkok atau piring dia akan minta 'Maem.."
Dan ketika anak-anak komplek banyak yang batuk, Asa tertular juga. Kami bawa dia ke Rumah Sakit Harapan Keluarga Lippo Cikarang dan bertemu dengan dokter Baginda SPA. Tetapi bukan masalah batuk yang menjadi perhatian dr. Baginda. Dia justru mempermasalahkan berat badan Asa. Menurutnya, selama Asa hidup di Indonesia, maka terkena batuk dua kali dalam satu bulan masih hal yang wajar. Tetapi untuk berat badan Asa harus ada penanganan karena ada yang janggal. Dokter Baginda meminta kami melupakan analisa dokter-dokter spesialis anak sebelumnya yang mengatakan tidak ada masalah pada Asa.
Kami kembali menemukan harapan, menemukan asa untuk Asa.
Pindah ke dokter spesialis anak, beberapa dokter juga mengatakan hal yang sama. Bahkan salah seorang dokter menyarankan agar kami mengganti susu buat Asa. Saat ini susu yang kami gunakan morinaga, dan dia menyarankan menggunakan Neosure. Untuk satu tahun ke atas biasanya orang menggunakan pediasure, tetapi karena Asa masih di bawah satu tahun maka Neosure lah yang harus diberikan.
Kami turuti, tetapi tetap tidak banyak membantu. Berat badan Asa walaupun bertambah tetapi tidak maksimal. Masalah makan, Asa tidak bermasalah. Bahkan nafsu makannya lebih baik dibandingkan anak seusianya, mungkin hanya minum susu yang rada males.
Karena dokter-dokter spesialis anak yang kami temui mengatakan tidak ada masalah pada Asa, maka kami mencoba untuk bersikap tenang. Tetapi tetap saja pertanyaan-pertanyaan mengganjal dalam benak kami. Apa yang salah dengan Asa..? Anaknya lincah dan jarang sakit, makan banyak, bahkan setiap melihat mangkok atau piring dia akan minta 'Maem.."
Dan ketika anak-anak komplek banyak yang batuk, Asa tertular juga. Kami bawa dia ke Rumah Sakit Harapan Keluarga Lippo Cikarang dan bertemu dengan dokter Baginda SPA. Tetapi bukan masalah batuk yang menjadi perhatian dr. Baginda. Dia justru mempermasalahkan berat badan Asa. Menurutnya, selama Asa hidup di Indonesia, maka terkena batuk dua kali dalam satu bulan masih hal yang wajar. Tetapi untuk berat badan Asa harus ada penanganan karena ada yang janggal. Dokter Baginda meminta kami melupakan analisa dokter-dokter spesialis anak sebelumnya yang mengatakan tidak ada masalah pada Asa.
Kami kembali menemukan harapan, menemukan asa untuk Asa.
Tumini, Paijo dan Asa 2
Menyambung masalah Tumini dan Paijo, awalnya memang agak ragu jika harus membelinya dengan harga yang lumayan tinggi. Tetapi keraguan tersebut justru hilang saat aku datang ke peternak Lovebird di Rawalumbu. Lovebird, bukan hanya bagus sebagai burung peliharaan, tetapi rasanya bagus pula jika untuk diternakkan karena sifatnya yang mudah akrab dengan manusia, tidak mudah stres dan memiliki birahi yang tinggi.
Mulailah kemudian mencari informasi tentang lovebird di internet. Kemudian dengan waktu yang tersisa di malam hari kubuat kandang untuk Tumini dan Paijo di lantai dua rumahku. Awalnya kubeli sebuah sangkar yang dijual di pedagang, tetapi rasanya terlalu sempit untuk mengepakkan sayap-sayap Tumini dan Paijo.
Maka Asa memiliki mainan baru. Tetapi aku kemudian berfikir, sebenarnya Tumini dan Paijo milik Asa atau milikku..? Tentu milik kami, Aku, Asa dan Rona. Tetapi apakah benar Asa menginginkan Lovebird itu, atau justru keinginanku meminjam Asa sebagai alasan pembenaran..? Mengatas namakan orang lain untuk memiliki apa yang menjadi keinginan kita pribadi bukankah sebuah tindakan pengecut..?
Para pemimpin, anggota dewan yang terhormat, dengan segala macam dalih dan upaya, mengatasnamakan rakyat rasanya bukan sesuatu yang baru dan bukan rahasia lagi kalau sebenarnya apa yang mereka inginkan adalah ambisi pribadi yang dibalut sedemikian rupa seakan-akan itu adalah kehendak rakyat.
Dan aku, telah mengatasnamakan seorang anak, darah dagingku, seorang insan yang belum mengenal dosa sebagai alasan untuk memuaskan keinginanku semata. Asa, jika kau besar nanti dan mengetahui hal ini, semoga kau memaafkan ayahmu.
Mulailah kemudian mencari informasi tentang lovebird di internet. Kemudian dengan waktu yang tersisa di malam hari kubuat kandang untuk Tumini dan Paijo di lantai dua rumahku. Awalnya kubeli sebuah sangkar yang dijual di pedagang, tetapi rasanya terlalu sempit untuk mengepakkan sayap-sayap Tumini dan Paijo.
Maka Asa memiliki mainan baru. Tetapi aku kemudian berfikir, sebenarnya Tumini dan Paijo milik Asa atau milikku..? Tentu milik kami, Aku, Asa dan Rona. Tetapi apakah benar Asa menginginkan Lovebird itu, atau justru keinginanku meminjam Asa sebagai alasan pembenaran..? Mengatas namakan orang lain untuk memiliki apa yang menjadi keinginan kita pribadi bukankah sebuah tindakan pengecut..?
Para pemimpin, anggota dewan yang terhormat, dengan segala macam dalih dan upaya, mengatasnamakan rakyat rasanya bukan sesuatu yang baru dan bukan rahasia lagi kalau sebenarnya apa yang mereka inginkan adalah ambisi pribadi yang dibalut sedemikian rupa seakan-akan itu adalah kehendak rakyat.
Dan aku, telah mengatasnamakan seorang anak, darah dagingku, seorang insan yang belum mengenal dosa sebagai alasan untuk memuaskan keinginanku semata. Asa, jika kau besar nanti dan mengetahui hal ini, semoga kau memaafkan ayahmu.
Langganan:
Postingan (Atom)