Rabu, Maret 30

Tumini, Paijo dan Asa

Tak ada hubungannya. Benar, Tumini dan paijo hanya sepasang burung Lovebird yang aku beli beberapa waktu yang lalu. Asa adalah anakku, darah dagingku.

Lama tak sempat ngebuka blog, rasanya banyak hal yang luput aku tuliskan beberapa waktu belakangan ini. Pekerjaan menumpuk, waktu menipis. Tapi tak masalah, itu lebih baik daripada waktu yang menumpuk tanpa pekerjaan, rasanya seperti mati sebelum mati.

Kembali ke Tumini dan Paijo, dua burung lovebird ini aku beli di Rawalumbu untuk Asa, sebagai hadiah ulang tahunnya yang pertama. Dia suka binatang. Setiap kali maen ke rumah tetangga yang memiliki burung perkutut Asa nggak mau pulang, pengennya lihat burung terus. Rasanya membelikannya sepasang burung tidak berlebihan. Tapi untuk burung perkutut aku kurang suka, aku lebih suka burung dengan warna yang indah, dan pilihan pertama jatuh pada burung parkit.

Tetapi burung parkit tak memiliki suara yang bagus, jadi pilihan kedua jatuh ke burung lovebird walau harganya jauh berbeda. Parkit mungkin 50 rebuan bisa dibawa pulang, tetapi Tumini dan Paijo harus aku keluarkan duit satu setengah juta untuk memilikinya.

Ah,,, hari mulai siang. Pekerjaan telah menunggu, mungkin lebih baik aku lanjutkan esok hari.
Salam,,,,,,,,,

Tidak ada komentar: