Rabu, Maret 30

Tumini, Paijo dan Asa

Tak ada hubungannya. Benar, Tumini dan paijo hanya sepasang burung Lovebird yang aku beli beberapa waktu yang lalu. Asa adalah anakku, darah dagingku.

Lama tak sempat ngebuka blog, rasanya banyak hal yang luput aku tuliskan beberapa waktu belakangan ini. Pekerjaan menumpuk, waktu menipis. Tapi tak masalah, itu lebih baik daripada waktu yang menumpuk tanpa pekerjaan, rasanya seperti mati sebelum mati.

Kembali ke Tumini dan Paijo, dua burung lovebird ini aku beli di Rawalumbu untuk Asa, sebagai hadiah ulang tahunnya yang pertama. Dia suka binatang. Setiap kali maen ke rumah tetangga yang memiliki burung perkutut Asa nggak mau pulang, pengennya lihat burung terus. Rasanya membelikannya sepasang burung tidak berlebihan. Tapi untuk burung perkutut aku kurang suka, aku lebih suka burung dengan warna yang indah, dan pilihan pertama jatuh pada burung parkit.

Tetapi burung parkit tak memiliki suara yang bagus, jadi pilihan kedua jatuh ke burung lovebird walau harganya jauh berbeda. Parkit mungkin 50 rebuan bisa dibawa pulang, tetapi Tumini dan Paijo harus aku keluarkan duit satu setengah juta untuk memilikinya.

Ah,,, hari mulai siang. Pekerjaan telah menunggu, mungkin lebih baik aku lanjutkan esok hari.
Salam,,,,,,,,,

Senin, Maret 14

LAMARAN

Minggu, aku lupa kalau nanti malam ada acara lamaran Reno sama Yani. Pagi-pagi Rona ribut minta beli baju batik pasangan, mau ga mau akhirnya pergi juga ke SGC untuk membeli baju tersebut. Padahal niatku hari ini adalah ngelarin bikin kandang untuk burung lovebird yang aku beli minggu lalu.

Memang burung tersebut sudah aku tempatkan dalam kandang yang memang dibuat khusus untuk burung lovebird, tetapi kandang tersebut menurutku terlalu kecil, apalagi untuk burung yang berpasangan. Kasihan, mereka tak bebas bergerak, dan karena berpasangan akan sulit bila berkembang biak jika tempat tinggal mereka terlalu sempit.

Malamnya sebelum maghrib hujan turun. aku sudah dirumah mbenerin kandang, datang Sultan adik iparku membawa kado untuk ulang tahun Asa kemarin. Asa lahir 12 Maret 2010, usianya kini sudah setahun. Tak ada pesta, kami cuma memesan nasi kuning dan kami bagikan ke tetangga satu RT.

Malamnya gerimis belum sepenuhnya reda. Pergi ke Cikarang sama Rona untuk ikut melamar walau ternyata sampai disana sudah telat. Acara sudah dimulai, sementara alamat rumah tepatnya kami tidak tahu. Kami cuma menunggu di tepi jalan di depan Alfa Mart karena cuma ancer-ancer itu yang kami tahu.

Akhirnya Reno datang menjemput kami. Acara berjalan seperti biasa, rencana pernikahan ditetapkan tanggal 1 Mei 2011.

Minggu, Maret 13

GEMPA

Jepang diguncang gempa pada 11 Maret 2011. Melihat berita di internet, ternyata pusat gempa berada di Sendai, beberapa ratus kilometer dari Tokyo. Namun guncangan gempa yang cukup besar tersebut praktis melumpuhkan kota-kota disekitarnya, termasuk Tokyo.

Teringat teman-teman yang tinggal di wilayah sekitar Tokyo, aku coba hubungi mereka tetapi sayang jaringan telefon tidak berfungsi. Bahkan jika melihat berita di TV daerah Tokyo gelap karena listrik padam.

Semoga teman-teman di Tokyo sehat selalu.

Kamis, Maret 3

Audit Press Line

Tanggal 3 Maret, selesai sudah audit P2 Press Line. Auditor terdiri dari 3 orang, Nakagawa San dari Jepang, Horie San dari Jepang dan Kawano San dari TRAD Thailand.

Nakagawa San sudah sering ke Indonesia, Kawano San baru dua kali tetapi Horie San baru kali ini.

Banyak catatan yang tersisa dari hasil audit. Sebenarnya, keadaan Press Line di T.RAD Indonesia menurutku jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan T.RAD Thailand. Saat aku ke Thailand dan belajar tentang mesin press disana, tentu dapat menilai semuanya. Hanya satu kekurangan Indonesia menurutku, masalah speed. Tetapi masalah kecepatan kerja tentu masih bisa dimaklumi karena operator di Indonesia masih dalam status training sedangkan operator di Thailand sudah melakukannya lebih dari dua tahun, bahkan ada yang mungkin sepuluh tahun. T.RAD Thailand sendiri sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun yang lalu, sedangkan Indonesia untuk Press line belum Mass Produksi.

Tapi ada hal yang sebenarnya membuatku malu. Saat kami ke Thailand, penerimaan dan sambutan mereka sangat luar biasa. Bahkan Kawano San yang nota bene seorang MD mau mengajak kami jalan-jalan makan malam, sedangkan sambutan T.RAD Indonesia terhadap tamu menurutku sangat kurang.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, ketika Nagaishi datang dari Thailand, justru aku yang ngajak dia untuk makan malam padahal Nagaishi San seorang General Manager. Seharusnya atasan puncak yang melakukannya.

3 Maret 2011.