Senin, Februari 21

Entah

Kemaren, saat menulis tentang Asa ternyata di rumah dia sedang rewel dan nangis kejer. Rona telp saat istirahat makan siang. Ah,,, menurutnya gara-gara aku ingat-ingat tentang dia, Asa jadi rewel. Memangnya nyambung ..? Tak tahu juga, tapi lebih baik hari ini aku tak usah mengingatnya biar dia nggak rewel. Asa maen aja sepuasnya ya, jalan di depan semakin banyak beban,,, nikmati saja waktu yang ada.

Pagi berangkat kerja dari Rawa Lumbu, jalanan yang basah sisa hujan semalem. Mata masih sedikit mengantuk tapi kupaksakan untuk melek.

Melewati jalanan Kalimalang yang ancur,,, sudah lama nggak dibenerin. Nggak tahu sampai kapan. Yang namanya pelayanan publik di Indonesia memang menjadi sesuatu yang sangat susah dinikmati. Negara yang dulu kubanggakan, entah mengapa kebanggaan pada negeri sendiri semakin terkikis, semakin luntur, semakin kabur berganti kekecewaan dan kekecewaan. Entah sampai kapan,,,,

Entah,,,

0 komentar: