Minggu, Februari 24

Makasih Sayang,,,,

Hari ini, minggu pagi yang diwarnai angin keras dan dingin bel apartement terdengar berdenting. Tukang post datang, membawa sesuatu yang dikirimkan oleh Rona Suzzana dari Indonesia. Mungkin tak berarti bagi orang lain, tapi istimewa buatku.

Makasih ya sayang,,,,

Jumat, Februari 15

Wah,,, bisa ngebut juga lo Di...?

Cerita tentang Adi rupanya menarik juga bagiku.

Setelah kisah hilang (nyasar)- nya dia saat berangkat kerja aku dan Wahyu ditugaskan untuk lebih ketat mengawal mereka berangkat dan pulang gawe.

Wahyu mendapat tempat berada di depan, aku paling belakang dan kedua juniorku berada di tengah biar ga ilang lagi. Tapi dasar Adi, walaupun Wahyu ngayuh sepedanya ga cepet-cepet amat, selalu saja dia jauh tertinggal di belakang. Dan aku mau ga mau mengimbangi dibelakangnya agar bisa tetap melihatnya. Ya, pelan amat nih anak kalo pake sepeda...? kesel, mangkel juga sebab biasanya aku suka cepet.

Dan ketika pulang gawe, kami sepakat agar Adi menjadi pimpinan, jalan paling depan agar bisa mengingat jalanan dan nggak nyasar lagi. Adi terpaksa setuju dengan satu pilihan itu.

Tanpa menengok kebelakang, Adi mengayuh sepeda dengan kecepatan yang luarrrrrrrrrr biasa. Kami kaget, berusaha mengejarnya,,,, dan Adi benar-benar seperti atlet olimpiade. Saking cepatnya, persimpangan dan lampu merah diterobosnya dengan percaya diri. Untunglah selamat juga sampai apartement.

Aku nggak bisa marah lagi. Cuma bisa ngos-ngosan karena seumur hidup di Jepang, baru kali ini balapan pake sepeda. Dan malam sebelum tidur, ketika kutanya dia kenapa tadi ngebut jawabanya sungguh jujur dan membuatku tertawa.

"Nggak tahu Mas, kalo berangkat aku masih ngantuk jadi ga bisa konsentrasi naik sepeda. Kalau pulang sih rasanya semangat banget,,," katanya polos.

"Wah lo pantesnya temenan sama Bayungyasa lho Di,,," jawabku tak kalah tenang. Tentu sambil menahan tawa.

"Lho,,, Bayungyasa siapa Mas...?"

"Ga taaaahu,,," jawabku sambil menarik selimut dan tidurrrrrrrrrrrrrrrr


Yokohama-Kawasaki, 14022008

Walah,,, kena lagi deh,,,

Iya, si Adi juniorku bikin masalah lagi.

Perusahaan tempatku magang punya waktu istirahat yang lumayan panjang. Jam 10.00 pagi dan jam 15.00 sore ada juga istirahat selama 10 menit. Istirahat makan siang tentu lebih panjang, kira-kira satu jam lamanya.

Nah biasanya untuk trainer yang baru datang, ada pelajaran bahasa Jepang setelah istirahat sore sampai jam empat. Hari ini, setelah istirahat sore si Adi bukannya langsung naik ke lantai dua untuk belajar bahasa, tapi malah mengambil wudhu dan sholat.

Tentu saja Tachihara San, yang mengajari bahasa dan penanggung jawab trainer di perusahaanku mencarinya kesana-kemari. Aku langsung kepikiran bahwa anak ini ada di belakang mesin Tarepang (mesin peganganku) karena aku biasa sholat disitu dan sebelumnya aku memberitahu Adi untuk sholat ditempat tersebut. Tentu maksudku saat jam istirahat, bukan jam kerja.

Dan perusahaan kembali geger. Aku dan Wahyu kembali dipanggil. Dan bla,,,bla,,,bla,,,,

Kebetulan Adi lulusan S1 pendidikan agama Islam dan tentu saja mereka membawa-bawa "Islam" melihat kejadian tersebut.


Yokohama, 13022008

Selasa, Februari 12

Jual aja komik gue,,,

Ongiwara San, seorang temen kerja minta gue membuatkan lukisan anjing untuk ia beli dan promosikan. Dia merayu gue untuk terus melukis dan berjanji 'mengorbitkan' lukisan-lukisan gue di Jepang.
Ah apa lo ga tahu....? Gue udah ga tertarik dengan karier sebagai pelukis. Gue tetap akan melukis tapi untuk gue nikmati sendiri, atau dinikmati orang-orang dekat gue. Ga ada lukisan pesanan,,, ada mood gue ngelukis, ga ada mood gue molor.
Beda ama komik, mood ga mood gue tetep bikin. Gue udah tentukan pilihan, kenapa lo masih ngerayu juga...? Kalo mau jual, jual aja komik gue !!!

Senin, Februari 11

Sahabatku berkurang,,,

Minggu siang, setelah nginep di rumah teman Wahyu pulang dengan wajah lelah.
"Mas,,, Mas Heru sama Mas Toni ketangkep, barusan jalan sama aku", katanya mengawali pembicaraan. Tentu aku kaget, sebab biasanya kota Kawasaki nggak pernah ada razia dari polisi terhadap orang asing. Itu yang membuat temen-temenku bisa bertahan lama tinggal di kota ini.
Mas Heru dan Mas Toni memang pekerja ilegal. Mas Heru usianya beberapa tahun diatasku, tampangnya seram dangan wajah keras. Kehidupannya di Indonesia yang memang keras, akrab dengan dunia malam dan minuman, polisi dan penjara. Namun hatinya tak sekeras tampang wajahnya. Orangnya baik hati, ngemong, menghargai orang lain dan setia kawan, tahu menempatkan diri. Entahlah,,, padahal dia juga lulusan pondok pesantren tapi kok ya bisa jadi preman gitu,,,, Dia sangat lembut pada teman atau orang lain, namun begitu ada orang yang mengusiknya dia menjadi sangat menakutkan. Lebih menakutkan lagi bila dalam keadaan mabok,,,,
Mas Toni sedikit berbeda, wajah dan kehidupannya tak sekeras Mas Heru. Biasa saja, tak ada yang istimewa menurutku.
Bertiga mereka tertangkap polisi, namun karena Wahyu memang orang resmi akhirnya dilepaskan, tentu setelah diinterogasi dengan bermacam pertanyaan.
Hem,,, teman-teman akrabku disini satu-persatu mulai tertangkap. Dan perjuangan yang sesungguhnya di Indonesia telah menunggu,,,,
Kawasaki Jpn, 10022008

Sabtu, Februari 9

@3#$%===&*F!!_+'


Dan masalah mulai datang,,,


Toilet, tempat yang menjadi salah satu ruang perenunganku kini tak lagi menyenangkan. Ide-ide untuk menulis dan beberapa komik yang aku kerjakan di toilet mungkin tak bisa lagi aku dapatkan. Bagaimana mungkin, begitu memasuki toilet, air kencing yang berceceran dilantai membuatku harus ngepel dulu, padahal lantai toilet terbuat dari kayu yang tentunya tak tahan air. Kalau satu dua tetes sih bisa aku maklumi, nah kalau sampai 3/4 lantai toilet tergenang air kencing apa nggak aneh...? Begitu membuka penutup toilet, bekas kotoran yang melekat membuatku harus menahan hajat sebentar dan membersihkannya dulu, sebelum aku duduk dan melepas hajat.


Ketika berangkat kerja dengan sepeda, dan salah seorang mengikutiku dari belakang,,,,, ketika kulirik kebelakang udah ga ada. Aku balik lagi dan ga kutemukan dia,,, padahal jalannya kan lurus,,,, dan kucari kesana-kemari ga juga ketemu. Aku lapor sama orang perusahaan,,,, dan begitulah samuanya jadi repot dan menyalahkanku,,, maka omelan panjang seharian kutelan pahit atau manis. Untungnya tuh anak ketemu juga,,,, uhhhhhhhhhhhhhhhh,,,, temen seangkatanku udah kesel banget kayaknya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Masalah pekerjaan, tentu lebih parah dan tak cukup untuk aku rangkum.


Wahyu ,teman seangkatanku mulai uring-uringan, mulai nggak betah tinggal di apartement sendiri. Ngomel juga ternyata nggak merubah keadaan.


Memang sih, saat diperkenalkan oleh pembimbing dari training center dia bilang "Tolong ini anak rada kurang tanggap, bimbinglah dengan sebaik-baiknya,,,,," Tapi aku nggak nyangka 'Kurang Tanggap'-nya sedemikian jauh. Untungnya di tempat kerja yang jadi juniorku rada lumayan ngerti, dan dia ikut Wahyu yang sebenarnya bukan orang yang penyabar. Suatu saat aku yakin mereka akan ada masalah, dan benar saja saat pulang kerja Wahyu minta kohaiku dituker ikut dia dan kohainya ikut aku. Walah ogah ah,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Dan siang kemaren aku dipanggil ke kantor ditanyain tentang Juniorku tersebut, apakah ada yang aneh, apakah mau dipisahkan apartementnya saja.... Dan karena perasaan kasihanku aku menutupinya. Aku toh tinggal beberapa bulan lagi disini. Permasalahannya, juniorku itu 'wajah' Indonesia di mata orang perusahaanku, juga 'wajah' S1 produk Indonesia yang selama ini aku jaga,,, Aku sungguh sangat sedih dengan keadaan ini. Koneksi telah meloloskan manusia yang kurang bermutu kesini,,,, benar, aku kasihan terhadap mereka sebab jika terpisah dari kami begitu cepat keadaan belum tentu akan lebih baik. Memang simalakama,,,


Aku jadi inget Ties yang komunitasnya berpendidikan hanya SD, sedangkan juniorku seorang S1 tapi seperti seorang bayi dewasa saja.


Sedih dan malu, mungkin dua kata yang akan mengakhiri hari-hariku di Negeri Sakura ini.....

Rabu, Februari 6

Kouhaiku sudah datang,,,

Mereka ada dua orang. Satu dari Sragen dan satunya lagi dari Jakarta.

Sekitar pukul dua siang mereka datang ke perusahaan diantar oleh pembimbing, kemudian diperkenalkan pada kami.

Kepada mereka kami perkenalkan tentang perusahaan secara global, kemudian keliling untuk diperkenalkan pada pekerja yang lain sambil basa basi.

Ah,,, namanya orang baru keluar dari pendidikan, tentu segalanya masih terlihat tegas, disiplin dan sigap. Lucu juga sih, tapi mungkin aku dulu juga culun begitu waktu pertama datang,,,,

Aku melihat mereka seperti melihat diriku sendiri. Aku hanya melihat mereka berdua dihadapanku tapi dengan hatiku aku melihat barisan panjang dibelakang mereka.

Mereka adalah duta. Duta bagi diri mereka sendiri, duta bagi kehidupan keluarganya kini dan kelak, duta bagi teman, sanak saudara, kekasih, desa atau kampung bahkan duta bagi negara mereka yang juga negaraku, Indonesia.

Dan aku tahu di bahu mereka ada beban berat menancap.


Jpn, 05022008
kouhai = junior

Selasa, Februari 5

Salju kemaren masih tersisa,,,

Salju yang turun kemaren masih tersisa, membuat jalanan licin dan becek. Kendaraan berjalan pelan, beberapa jalur kereta di wilayah Kanto sedikit terganggu. Orang-orang banyak terlihat berdiri berbaris antri di halte bis. Aku sendiri nggak tahu penyebab pastinya : Apakah bis yang telat datang atau jumlah penumpang yang memang membludak karena pada malas pake kendaraan pribadi...?

Di sebuah persimpangan jalan dekat perusahaanku jalanan masih licin walau salju nggak terlalu banyak. Seperti biasa, mengendarai sepeda dengan cepat, dan berbelok juga dengan manuverku yang sama sekali nggak keren.

Roda depan sepedaku terlalu senang bermain. Saat berbelok di tikungan itu bukannya segera bangkit dan berlari tapi malah rebahan dan berselancar,,,, dan BRAAAAAAAAAAAAK,,,

Aku jatuh, bekal nasi di ranjang depan juga iri rupanya. Ikutan berselancar ke depan dengan sempurna,,, dan orang-orang menertawakanku.

Jelas aku malu, tapi senang juga sih. Tahu nggak kenapa...? Orang-orang yang melihatku jatuh mungkin sedang kesal menunggu, kesal dengan jalanan yang licin, kesal dengan udara yang dingin, dan kecelakaan kecil yang menimpaku membuat mereka tertawa. Sedikit hiburan sekedar melepaskan ketegangan di hari senin yang padat dan tergesa.

Aku tak jadi mengumpat, sebab kecelakaanku telah menghibur orang lain dan katanya menyenangkan orang bernilai ibadah. Aku tak mau peluang amalku menjadi sia-sia karena mengumpat,,,


Yokohama, senin pagi 04022008.

Senin, Februari 4

Salju turun lagi hari ini,,,




Salju turun lagi hari ini. Kumulai hari dengan membuka mata, kemudian sayup kudengar suara rintik air di beranda sebelah tempat tidur. Jendela kubuka dan kudapati pemandangan yang dikaburkan oleh tirai putih salju.




Dan hari ini, minggu yang dingin dan gigil kukayuh sepeda pada rutinitas yang ritmis. Jalanan yang lengang, putih, dan jarak pandang yang terbatas. Kemudian dentang benturan logam kembali kusetubuhi, bermeditasi dengan kosmos yang tak berbeda.




Doa-doa kualunkan,,, "Tuhan, kulakukan ini untukMu, untuk ayahku, untuk ibuku, untuk adik-adikku, untuk kekasihku, untuk saudara-saudaraku,,,,"




Kekasihku, tak mampu kuciptakan seribu candi untukmu, tak kuasa kupahatkan namamu di puncak menara gading, taj mahal mustahil aku bangunkan untukmu, bulan dan bintang terlalu tinggi dan angkuh untuk kugapai dan kurangkai menghias rambutmu. Aku hanya mampu menggoreskan namamu disini,,, pada salju yang dingin di Yokohama...

Jpn, 03022008