Tamura San datang lagi, jam setengah empat sore. Membawa jadwal kereta dan tiket Shinkansen yang akan kami pakai ke Shizuoka Ken untuk wawancara nanti. Dia juga memberikan beberapa catatan hal-hal yang biasanya/kemungkinan akan ditanyakan oleh Boss-nya Daytona, tentu dengan beberapa pilihan jawaban yang kira-kira masuk akal dan cocok.
Tentu saja dengan satu pesan jangan sampai terlambat. Sebab ini berpengaruh juga dengan diterima atau tidaknya aku di perusahaan tersebut.
Yang pergi lima orang, Aku, Wahyu, Morits anak Manado, Tamura San dan Aswandi pembimbing baru dari IMM. Tentu saja yang mau wawancara cuma tiga orang, Tamura San dan Aswandi cuman nganter. Aswandi dulu kuliah di Jepang dan bahasa Jepangnya level 1.
Keesokan harinya tanggal 3 & 4 Tour bersama orang perusahaan. Dulu sempaiku minta tour berkali-kali saat mau pulang akhirnya diajak juga ke Okinawa bareng aku. Kalau aku sekarang sih ga minta, soalnya malu udah sering jalan, bonus 2 kali lipatnya sempai setahun tiga kali padahal sempai cuman dua kali, masa minta tour lagi padahal perusahaan lagi sepi kerjaan.
Tapi rupanya inisiatif perusahaan sendiri jadi ya biarin aja.
Agak heran juga sih,,, Kami diistimewakan termasuk oleh IMM. Banyak temen yang jarang bahkan nggak pernah ditengokin oleh staf IMM, sedangkan aku sering banget didatengin orang IMM. Termasuk staf J-WEC kalau ada orang baru dikenalin sama Boss J-WEC sama kami.
Saat pertemuan IMM dan J-WEC di OVTA beberapa waktu yang lalu banyak yang datang berbasa-basi dengan aku sama Wahyu. Kayaknya perusahaanku terkenal banget..? Teman-teman Kenshu bilang kayak selebritis aja,,, duduk di tengah tapi banyak orang penting datang cuman ngajak salaman dan berbasa-basi. Gue jawab aja , Maklum orang terkenal....
Rabu, September 24
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar