Sabtu, September 13

Teror Mak Lampir,,,,,

Kampreth,,,,

Kemaren jam sepuluh malem ada telfon lagi. Yang ngangkat Tri juniorku. Yang telfon Mbak Tri, nyariin aku katanya rumah sepi nggak ada orang dan aku suruh nginep lagi disana nemenin tidur. Tri bilang aku lagi keluar, padahal lagi nonton 4 matanya si Tukul. Dia pesen kalau aku pulang jangan makan, biar makan di rumahnya Mbak Tri aja sebelum tidur.

Jam dua belas kurang seperempat aku lagi di toilet sambil nggambar rancangan rumah, Mbak Tri telfon lagi dan yang ngangkat Wahyu. Pesannya sama aku suruh nginep.

Jam setengah satu Mbak Tri telfon lagi, nggak ada yang mau ngangkat. He,,he,,he,,, akhirnya aku ngalah deh,,, aku yang ngangkat telfonnya, kemudian dari belakang kucabut kabelnya. Aku yakin disana akan berbunyi tuuuut,,,,ttuuuuuut,,,tuuuuuut,,,,,

Aku lalu tidur sambil berfikir,
Kok nggak diangkat dan tidur disana lagi..?
Emang gue cowok panggilan...?
Apa aku nggak ngejaga perasaan dia...?
Bodo..! Mending nyakitin dia daripada nyakitin perasaan Rona walau Rona nggak bakal tahu kalau aku nggak cerita atau tulis di blog.
Bukankah akan memperburuk hubungan dengan tetangga sesama orang Indonesia..?
Emang gue pikirinnn..? Orang seluruh dunia membenciku juga ga papa asal Rona masih mencintaiku.
Dia kan lagi butuh bantuan...?
Bantuan apaan..? Perempuan bersuami minta ditemenin tidur laki-laki lain apakah bukan sesuatu yang berbahaya bagi keduanya..?
Cuman sekali ini...
Cuman sekali itu kemaren, kalau kali ini aku turuti akan ada ketiga, keempat dan seterusnya. Dan aku tak tahu kali keberapa setan akan datang menemaniku,,,,
Kalau setan datang kan enak, bisa bersenang-senang tanpa bayar, tak perlu tanggung jawab karena udah punya suami ini,,,,
Lalu apa bedanya aku dengan pencuri...? Apakah aku juga akan senang kalau Rona tidur ditemani lelaki lain dirumahku saat aku kerja malem..?

Padahal katanya lelaki yang menolak perempuan karena Allah tak ada imbalan selain surga. Aku sudah beberapa kali menolak ajakan perempuan, sebelum dan sesudah pacaran sama Rona tapi jujur saja bukan karena Allah. Tapi karena takut, takut menemui Ayahku, takut menemui Ibuku, takut menemui Adik-adik dan keluargaku, takut ketemu sama Abah Anom, pokoknya takut menemui mereka dalam keadaan jiwa yang kotor. Takut kena penyakit, takut ini, takut itu,,,

Ah tak masalah alasannya. Yang penting secara de facto aku tidak melakukan. Aku yakin diakhirat nanti malaikat tak akan marah.
"Prangg,,, kamu dulu tidak melacur karena nggak punya uang..! Bukan karena Allah jadi harus masuk neraka..!"
"Wah nggak bisa donk,,, Yang penting kan nggak melakukan, apapun alasannya."
"Kok ngeyel sih..? Aku kan malaikat..? Lihat tuh si Fulan ibadahnya rajin karena Allah.."
"Ah itu mah cari muka doank sama Allah.."
"Lha memang kamu nggak cari muka sama Allah..?"
"Nggak. Allah kan maha melihat, ngapain cari muka sama Dia. Aku ibadah karena aku butuh, aku meninggalkan dosa karena aku nggak membutuhkannya."
"Wah bagus itu. Iklhas namanya,,, Ya udah deh Prangg kamu masuk surga aja buruan,,,"
" Nah,,, gitu donk dari tadi kek,,,"

" Eh,,, tunggu...!!! Kalau yang nelfon Luna Maya kamu akan tolak apa turutin..?"
"Wah,,, kalau itu sih pikir-pikir dulu..."
"Bangsat...!!! Dasar cowok bajingan...!!! Masuk Neraka SANA..!!!"
"eit,,,, sabar Malaikat..!! Maksudku pikir-pikir cara menolaknya, apapun alasannya yang penting TIDAK MELAKUKAN..!!! dulu di Indonesia ada slogan APAPUN MAKANANNYA,,,"


Lamunanku terhenti karena tiba-tiba telfon berdering. Tri yang ngangkat,,,, ternyata dari Mak Lampir : Mbak Tri. Ha,,ha,,ha,,, panjang umur, lagi ditulis orangnya nelfon. ASLI, bukan boongan..!!!!!

Tidak ada komentar: