Rabu, September 10

Telfon tengah malem

Baru kemaren nulis tentang susah tidur,,,,
Semalem jam dua pagi telfon berbunyi. Biasanya yang ngangkat Wahyu atau Tri, tapi rupanya mereka lagi pules. Setengah tidur aku angkat aja,,,,

Rupanya Mbak Tri, tetangga apartement ga bisa tidur karena suaminya kerja malem. Biasanya ada Mas Joko sama Mas Ndaru, tapi mereka lembur dan nginep di Yokohama. Mbak Tri minta aku tidur di apartemennya, sama anak-anaknya katanya takut sama setan.

Sebelumnya sih yang sering tidur disana ya Wahyu. Wah aku jadi serba salah,,, Besok kan gawe,,,, Tapi Mbak Tri terus ndesek,, katanya kalau ga ada cowok dirumahnya dia ga bisa tidur sampai pagi,, ada setan kali...? Memang sih hampir semua anak-anak disini sering tidur dirumahnya, dan aku selalu pulang walau sering dibilang sombong ga mau nginep.

Alasanku males ke tempat dia ya karena orangnya sok, omongannya tinggi dan ngeremehin kenshusei. Mungkin karena suaminya orang Jpn. Dan dia juga jarang ngobrol sama aku, karena aku sendiri dimata dia mungkin angkuh dan sombong. Mas Joko adiknya juga omongannya tinggi, tapi kalau ngutang lupa bayar. Lha kalau 10.000 yen walaupun kelihatan kecil tapi dirupiahkan jadinya gede juga, 10.000 x 80 rupiah = 800.000 rupiah. Lumayan bisa buat makan dua minggu di Indonesia.

Karena aku males sama orang model begini, jadinya ya mereka lebih akrab sama Wahyu. Bagiku sih menguntungkan karena ga pernah disuruh-suruh sama dia. Wahyu deh yang sering disuruh ini itu, nggak kenal waktu, bahkan kemaren sampai jam tiga pagi disuruh ngajarin chating dirumahnya.

Tapi malem ini mungkin karena aku yang ngangkat telponnya jadi dia minta aku kesana, tidur di apartemennya. Kayak orang mau nangis,,, aku jadi kasihan juga. Lagipula kalau aku tutup pasti dia akan suruh anaknya kesini. Biasanya memang begitu dari dulu-dulu,,, kalau temen-temenku tidur disini juga sering disuruh tidur diapartementnya. Dasar penakut...!!!

Aku pikir dia bukan orang muda ini, anaknya juga udah tiga dan aku tidur bukan sekamar sama dia. Dan benar, dia udah pucat keringetan saat aku datang. Ketiga anaknya udah molor, satu cowok dua cewek. Aku langsung ke kamar Mas Joko dan tidur sementara dia sama anak-anaknya.

Paginya aku bangun jam tujuh, suaminya sudah pulang dan lagi sarapan. Usianya kutaksir lebih dari 60 tahunan. Setelah basa-basi sebentar, ngucapin terimakasih udah temenin keluarganya aku pulang, siap-siap kerja.

Tidak ada komentar: