Minggu, Agustus 24

tentang Endg Rtn

Sudah lama Titis pulang ke Indonesia, dan Retno baru tahu setelah baca Guestbook di MP dia kemaren. Seperti biasa ngeluh, katanya lagi pusing, apalagi kalau bukan masalah Titis.

Tak pelu kutulis obrolanku dengannya, tpi kayaknya perlu aku ambil kesimpulan tentang dia.

Pertama aku dikenalkan dengannya, sebenarnya aku heran dengan Titis. Aku melihat mereka sangat dekat, dan aku pikir tentu sudah sangat serius. Aku kenal Titis dan tahu sikap dia terhadap perempuan, dan aku hampir tak melihat Titis yang kukenal ketika dirumahnya ada Retno. Tapi aku menutupi perasaan heranku. Aku cuma mengambil sebuah kesimpulan : Mereka sudah bukan dalam taraf pendekatan lagi, mereka sepasang calon suami istri.

Dian yang kuceritakan heran, Titis bisa pacaran sama retno. Aku kebetulan maen sama Dian ke SMA1 Slawi dan ngobrol banyak sama alumni yang kenal Retno, pendapatnya senada. Aku kemudian ambil kesimpulan aja, Retno orang yang berselera tinggi dan tentunya temen-temen dia di SMA bukan level dia untuk bergaul, secara dia ada prestasi sebagai ratu ini, ratu itu putri ini itu.

Secara fisik, OK lah. Cantik. Kuliah sekarang di Komunikasi Undip Semarang, sebuah universitas nomor 4 di Indonesia dibawah UI, ITB, UGM. (menurut daftar Universitas favorit di dunia, Undip masuk 500 besar, sementara ITS Surabaya tidak walau orang Jatim ngotot ITS lebih bermutu.)Sepintas dapat diambil kesimpulan orangnya pasti cerdas diatas rata-rata, berpengetahan luas, berpandangan jauh kedepan dan mandiri. Ah tentu saja temen-temen di SMA dia ga bisa ngikutin cara pikir dan gaya hidup dia.

Tapi mengenal dia lewat obrolan selama ini, aku jadi kecewa dengan 'prestasi' dia selama ini. Dimataku dia manusia ringkih yang kehilangan daya hidup, berwawasan sempit, lemah, narsis, ga nyambung kalau diajak ngobrol. Tak perlu komentar lain, maaf Tis benar bahwa pacaran dengan Retno adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu yang harus kau tebus dengan tidak menikahinya. Bukan karena perselingkuhannya, tapi kualitas personalnya.

Sekali lagi maaf, jika aku memberikan penilaian negatif untuk orang yang pernah kau pilih menjadi belahan jiwamu. Sebab memang dia tak pantas untukmu.

Tidak ada komentar: