Jumat, Juli 25

Aku punya rencana membuat majalah komik, menerbitkan kembali komik-komik yang sudah diterbitkan kemudian menjualnya di sekolah SMP/SMU. Tentu kerja sama atau meloby pihak sekolah baik kepala sekolah atau pengurus koperasi sekolah.

Awalnya aku ingat bahwa untuk menjual sesuatu pada satu orang, kita harus menawarkannya kepada 100 orang. Itulah prinsip iklan.

Bayangkan dalam satu sekolah biasanya ada 8 lokal kelas dalam satu angkatan, sekelas ada 40 siswa, sekolah ada 3 angkatan kelas. Maka 3 angkatan x 8 kelas x 40 siswa = 960 siswa dalam satu sekolah. Di bekasi, jumlah sekolah SMP dan SMU baik swasta maupun negeri lebih dari 50 sekolah. Anggap saja 50 sekolah saja, maka 50 sekolah x 960 siswa = 48.000 siswa.

Pertengahan bulan sebelum terbit dibuatkan poster dan ditempelkan di 50 sekolah se Bekasi, dan siswa yang berminat bisa memesannya di koperasi sekolah atau guru. Dengan begitu saat awal bulan aku hanya mencetak majalah komik sesuai jumlah pesanan. Artinya kemungkinan rugi kecil. Biaya poster juga paling banter cuman bikin buat 50 sekolah dan iklan bisa menggapai 48.000 siswa, tentu tanpa saingan karena komik luar hanya nangkring di toko buku dan ga semua siswa doyan maen ke toko buku.

Masalahnya kemudian materi komiknya. Namanya majalah, tentu terbitnya bulanan atau rutin lah minimal. Kemampuanku bikin komik maksimal satu halaman sehari. Tentu harus beli komik orang dan biar lebih murah ya beli yang pernah diterbitkan tapi ga laku dipasaran.

Tanya sana-sini, barusan aku tanya juga sama komikus lewat chating. Ternyata harga komik perhalaman di Indonesia sekarang rata-rata Rp. 100.000 perhalaman bw, atau Rp 150-200 ribu untuk warna. Halah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, mahal pollllllllllllllllllllllll


Padahal aku pengen niru konsep komik Jepang, 400 halaman untuk majalah komik. Lha kalau Rp 100.000 x 400 halaman = Rp 40.000.000 cuman buat beli komik doang. Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa nggak kuaaaaaaaaaaaaaaat,,,,,,,,,,,,,


Hemmmmm putar otak...!!!
Apa mungkin pake sistem royalty aja yah..? umumnya 10-15 % dari keuntungan. Walau ribet ngitungnya, tapi kan bayar komiknya juga ga mahal, kalau dilihat skalaterbitannya yang masih lokal...

Ah, pikir cara lain lagi deh,,,, namanya juga rencana. OPTIMIS TAPI HARUS TETAP REALISTIS,,,,,

Tidak ada komentar: