Kamis, April 24

April

April masih dicumbui gerimis
memagari hati dengan dendam rindu
tak lagi bisa dipahami batas kesetiaan dan penghianatan
lalu setiap kepala memiliki langit
kiblat manusia seperti arah gelombang
berpencaran
tak dapat disatukan
kemudian melemah
kekekalan energi membuatnya sia-sia

April tetap basah
purnama yang ditunggu hanyalah mega
bulan tak muncul
tak sanggup dia melihat bumi semakin miris





Pada April yang gelap
Kawasaki 24 April 2008

Tidak ada komentar: