Langit awal bulan itu tetap gelap
gerimis pagi hari menjadi hujan
layaknya ribuan jarum putih menusuk bumi tak ingin berhenti
dan sebatang jarum itu keluar dari matamu
menusuki bumi jiwaku
Angin dan taufan tak mampu lagi kubedakan
iblis yang menari seperti khusuk ritual bidadari
sedang malaikat tertawa muntahkan badai
puisiku tersekat di tenggorokan
syair bahkan kehilangan kata
...
Sedingin inikah salju kutub aprilku..?
air mata menjadi salju
sumpah serapah menjadi beku
pesta dansa terasa ngilu
menggugu
getar dan gugu
Lalu apakah april menjadi sakral karena upacara kematian yang didendangkan
langit...?
Kawasaki, 21042008
untuk April yang tak mungkin kembali
Senin, April 21
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar