Selasa, April 29

April

Sudahlah,,,
April tetap akan pergi
dengan punggung tanganmu hapuslah embun di jendela itu
ilalang yang basah bercengkrama dengan ujung daun-daun tebu
dan gerimis dari matamu pastilah tiba saatnya untuk diakhiri

Sepertinya tak ada lagi kata yang mampu aku bisikan untukmu
karena selaksa dosa dari lidahku telah hanguskan telagamu
akhirnya kering membunuh kehidupan di lautmu
bukit dan gunung tak mampu lagi menahan gelisahmu
dan genggaman tanganmu bukan untuk menahan ragaku

Lalu jalan itu kulalui
panjang, lurus, sepi, tanpa matahari juga tidak gelap mencekam
cahaya entah datang dari mana, tak menimbulkan bayangan juga tak menyilaukan
langit tanpa mega tapi tak juga biru, tanpa petir tanpa pelangi
tak ada lagi yang memakiku sebagaimana pujian juga telah sirna
jauuuuuuuuuuuuuuh jalan itu kususuri,
ujung yang kulihat sama persis dengan ujung yang kutinggalkan
ingin berhenti tapi kaki tak lelah, terus melangkah tapi benarkah arah ?
Hah ! ini kehidupan atau kematian,,,?

Lalu April benar-benar pergi
dan sudahlah,,,



Kawasaki Japan 29 April 2008
Untuk Aprilku yang jauh kutinggalkan

Kamis, April 24

April

April masih dicumbui gerimis
memagari hati dengan dendam rindu
tak lagi bisa dipahami batas kesetiaan dan penghianatan
lalu setiap kepala memiliki langit
kiblat manusia seperti arah gelombang
berpencaran
tak dapat disatukan
kemudian melemah
kekekalan energi membuatnya sia-sia

April tetap basah
purnama yang ditunggu hanyalah mega
bulan tak muncul
tak sanggup dia melihat bumi semakin miris





Pada April yang gelap
Kawasaki 24 April 2008

Selasa, April 22

April

April diawali dengan gerimis
tumbuhan yang basah menggenggam ribuan kilat mutiara
angin lalu mati
bergerak setombak dalam dua puluh ribu detik



Untuk April yang sunyi
Kawasaki, 22April2008

Senin, April 21

April

Langit awal bulan itu tetap gelap
gerimis pagi hari menjadi hujan
layaknya ribuan jarum putih menusuk bumi tak ingin berhenti
dan sebatang jarum itu keluar dari matamu
menusuki bumi jiwaku

Angin dan taufan tak mampu lagi kubedakan
iblis yang menari seperti khusuk ritual bidadari
sedang malaikat tertawa muntahkan badai
puisiku tersekat di tenggorokan
syair bahkan kehilangan kata

...


Sedingin inikah salju kutub aprilku..?
air mata menjadi salju
sumpah serapah menjadi beku
pesta dansa terasa ngilu
menggugu
getar dan gugu

Lalu apakah april menjadi sakral karena upacara kematian yang didendangkan
langit...?







Kawasaki, 21042008
untuk April yang tak mungkin kembali

Sabtu, April 19

April

Aku ingat gerimis yang turun di awal april
dari jendela yang mengembun aku melihat tangismu
pada bangku panjang bisu dikubur waktu
tapi penamu menusuk kesadaranku

Aku melihat darah
bercampur nanah
dicairkan air mata yang teraduk daun ilalang basah

Langit entah gelap mungkin tanpa warna
tanah lapang dengan rumput yang tak sempat kucium bau lumpurnya
makian panjang namun tanpa gema
anjing-anjing mentertawakan
burung-burung nyaring mengiyakan
bangsat-bangsat kumandangkan sumpah
dan diatas kepala kutu onani sambil membaca mantra


Untuk april yang telah lama pergi
Kawasaki, 20April2008