Cerita tentang Adi kayaknya nggak akan berhenti. Aku kira dengan berjalannya waktu dia akan bisa beradaptasi dengan lingkungan saat ini, tapi ternyata semuanya tak berubah.
Sakit gigi, kemudian suatu sore saat naik sepeda dan berhenti disebuah persimpangan terjatuh tanpa sebab, tanpa angin dan nggak mau bangun cukup lama... walah,,, adikku Ais saja jatuh bangun dari sepeda lho Di,,, dan masih banyak lagi. Kalau tabrakan dan jatuh tentu wajar, nah ini sedang berhenti,,, jatuh dan nggak bisa kerja hampir seminggu alasannya kaki sakit... tapi begitu dibawa ke dokter ga papa,,,,
Tentu saja orang asuransi juga bingung bikin laporannya,,,, Orang J-WEC (institusi pengirim) marah-marah di apartement, dan orang perusahaan cuman angkat bahu. Jangankan urusan kerja, masalah mandi aja aku capek ngomonginnya. Habis mandi pake handuk, sendalnya pake biar kaki nggak kotor, nyuci bajunya begini, kalo berangkat kerja begini,,,,masih saja susah bukan kepalang. Apa nggak aneh kalo hari senin berangkat kerja lupa nggak bawa seragam...? Lupa bawa pasport saat mau ngurus KTP, lupa ini,,,, lupa itu,,,,, apalagi masalah kerja, tentu saja Wahyu stress dibuatnya. Cape deeeeh,,,,
Banyak masalah yang sebenarnya nggak perlu terjadi. Dan orang perusahaan sudah nyerah kayaknya. Semua meminta agar Adi dipulangkan saja ke Indonesia, termasuk Tamon San, orang yang paling sering ngebelain aku.
Aku sendiri bingung. Belum pernah menemukan seorang yang seperti ini lolos jadi kenshusei,,,
Mungkin di Indonesia ia punya backing yang kuat, tapi tentu saja disini nggak berlaku.
Jumat, Maret 14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar