Cerita tentang Adi rupanya menarik juga bagiku.
Setelah kisah hilang (nyasar)- nya dia saat berangkat kerja aku dan Wahyu ditugaskan untuk lebih ketat mengawal mereka berangkat dan pulang gawe.
Wahyu mendapat tempat berada di depan, aku paling belakang dan kedua juniorku berada di tengah biar ga ilang lagi. Tapi dasar Adi, walaupun Wahyu ngayuh sepedanya ga cepet-cepet amat, selalu saja dia jauh tertinggal di belakang. Dan aku mau ga mau mengimbangi dibelakangnya agar bisa tetap melihatnya. Ya, pelan amat nih anak kalo pake sepeda...? kesel, mangkel juga sebab biasanya aku suka cepet.
Dan ketika pulang gawe, kami sepakat agar Adi menjadi pimpinan, jalan paling depan agar bisa mengingat jalanan dan nggak nyasar lagi. Adi terpaksa setuju dengan satu pilihan itu.
Tanpa menengok kebelakang, Adi mengayuh sepeda dengan kecepatan yang luarrrrrrrrrr biasa. Kami kaget, berusaha mengejarnya,,,, dan Adi benar-benar seperti atlet olimpiade. Saking cepatnya, persimpangan dan lampu merah diterobosnya dengan percaya diri. Untunglah selamat juga sampai apartement.
Aku nggak bisa marah lagi. Cuma bisa ngos-ngosan karena seumur hidup di Jepang, baru kali ini balapan pake sepeda. Dan malam sebelum tidur, ketika kutanya dia kenapa tadi ngebut jawabanya sungguh jujur dan membuatku tertawa.
"Nggak tahu Mas, kalo berangkat aku masih ngantuk jadi ga bisa konsentrasi naik sepeda. Kalau pulang sih rasanya semangat banget,,," katanya polos.
"Wah lo pantesnya temenan sama Bayungyasa lho Di,,," jawabku tak kalah tenang. Tentu sambil menahan tawa.
"Lho,,, Bayungyasa siapa Mas...?"
"Ga taaaahu,,," jawabku sambil menarik selimut dan tidurrrrrrrrrrrrrrrr
Yokohama-Kawasaki, 14022008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar