Senin, Februari 11

Sahabatku berkurang,,,

Minggu siang, setelah nginep di rumah teman Wahyu pulang dengan wajah lelah.
"Mas,,, Mas Heru sama Mas Toni ketangkep, barusan jalan sama aku", katanya mengawali pembicaraan. Tentu aku kaget, sebab biasanya kota Kawasaki nggak pernah ada razia dari polisi terhadap orang asing. Itu yang membuat temen-temenku bisa bertahan lama tinggal di kota ini.
Mas Heru dan Mas Toni memang pekerja ilegal. Mas Heru usianya beberapa tahun diatasku, tampangnya seram dangan wajah keras. Kehidupannya di Indonesia yang memang keras, akrab dengan dunia malam dan minuman, polisi dan penjara. Namun hatinya tak sekeras tampang wajahnya. Orangnya baik hati, ngemong, menghargai orang lain dan setia kawan, tahu menempatkan diri. Entahlah,,, padahal dia juga lulusan pondok pesantren tapi kok ya bisa jadi preman gitu,,,, Dia sangat lembut pada teman atau orang lain, namun begitu ada orang yang mengusiknya dia menjadi sangat menakutkan. Lebih menakutkan lagi bila dalam keadaan mabok,,,,
Mas Toni sedikit berbeda, wajah dan kehidupannya tak sekeras Mas Heru. Biasa saja, tak ada yang istimewa menurutku.
Bertiga mereka tertangkap polisi, namun karena Wahyu memang orang resmi akhirnya dilepaskan, tentu setelah diinterogasi dengan bermacam pertanyaan.
Hem,,, teman-teman akrabku disini satu-persatu mulai tertangkap. Dan perjuangan yang sesungguhnya di Indonesia telah menunggu,,,,
Kawasaki Jpn, 10022008

Tidak ada komentar: