Sabtu, Februari 9

@3#$%===&*F!!_+'


Dan masalah mulai datang,,,


Toilet, tempat yang menjadi salah satu ruang perenunganku kini tak lagi menyenangkan. Ide-ide untuk menulis dan beberapa komik yang aku kerjakan di toilet mungkin tak bisa lagi aku dapatkan. Bagaimana mungkin, begitu memasuki toilet, air kencing yang berceceran dilantai membuatku harus ngepel dulu, padahal lantai toilet terbuat dari kayu yang tentunya tak tahan air. Kalau satu dua tetes sih bisa aku maklumi, nah kalau sampai 3/4 lantai toilet tergenang air kencing apa nggak aneh...? Begitu membuka penutup toilet, bekas kotoran yang melekat membuatku harus menahan hajat sebentar dan membersihkannya dulu, sebelum aku duduk dan melepas hajat.


Ketika berangkat kerja dengan sepeda, dan salah seorang mengikutiku dari belakang,,,,, ketika kulirik kebelakang udah ga ada. Aku balik lagi dan ga kutemukan dia,,, padahal jalannya kan lurus,,,, dan kucari kesana-kemari ga juga ketemu. Aku lapor sama orang perusahaan,,,, dan begitulah samuanya jadi repot dan menyalahkanku,,, maka omelan panjang seharian kutelan pahit atau manis. Untungnya tuh anak ketemu juga,,,, uhhhhhhhhhhhhhhhh,,,, temen seangkatanku udah kesel banget kayaknya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Masalah pekerjaan, tentu lebih parah dan tak cukup untuk aku rangkum.


Wahyu ,teman seangkatanku mulai uring-uringan, mulai nggak betah tinggal di apartement sendiri. Ngomel juga ternyata nggak merubah keadaan.


Memang sih, saat diperkenalkan oleh pembimbing dari training center dia bilang "Tolong ini anak rada kurang tanggap, bimbinglah dengan sebaik-baiknya,,,,," Tapi aku nggak nyangka 'Kurang Tanggap'-nya sedemikian jauh. Untungnya di tempat kerja yang jadi juniorku rada lumayan ngerti, dan dia ikut Wahyu yang sebenarnya bukan orang yang penyabar. Suatu saat aku yakin mereka akan ada masalah, dan benar saja saat pulang kerja Wahyu minta kohaiku dituker ikut dia dan kohainya ikut aku. Walah ogah ah,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Dan siang kemaren aku dipanggil ke kantor ditanyain tentang Juniorku tersebut, apakah ada yang aneh, apakah mau dipisahkan apartementnya saja.... Dan karena perasaan kasihanku aku menutupinya. Aku toh tinggal beberapa bulan lagi disini. Permasalahannya, juniorku itu 'wajah' Indonesia di mata orang perusahaanku, juga 'wajah' S1 produk Indonesia yang selama ini aku jaga,,, Aku sungguh sangat sedih dengan keadaan ini. Koneksi telah meloloskan manusia yang kurang bermutu kesini,,,, benar, aku kasihan terhadap mereka sebab jika terpisah dari kami begitu cepat keadaan belum tentu akan lebih baik. Memang simalakama,,,


Aku jadi inget Ties yang komunitasnya berpendidikan hanya SD, sedangkan juniorku seorang S1 tapi seperti seorang bayi dewasa saja.


Sedih dan malu, mungkin dua kata yang akan mengakhiri hari-hariku di Negeri Sakura ini.....

Tidak ada komentar: