Selasa, Januari 22

Uthay, gesper ini aku lepas ya,,,

Iya, gesper pemberianmu 11 tahun yang lalu dan setelah menemaniku setiap hari telah waktunya untuk beristirahat,,,
Ingin aku terus memakainya jika mungkin, tapi engkau pasti mengerti bahwa benda itu akhirnya akan rusak juga. Dan hari ini adalah hari terakhir aku mengenakannya,
Maaf ya,,, aku tidak bermaksud untuk tidak menghargai pemberianmu.

Sudah 30 tahun aku jalani hidup ini, hadiah ulang tahun justru aku terima darimu (Uthay) dan Emil yang kuanggap teman biasa, bukan dari gadis yang kepadanya kusematkan cinta. Aku merasa menjadi manusia yang sunyi, tapi betapa aku telah tidak berlaku adil terhadapmu. Memahami perasaanmu saat itu pun aku tak mampu atau mungkin kau yang terlalu pandai berpura-pura,,, hingga setelah pernikahan yang kau lakukan diam-diam dengan seorang pemuda, kau baru ungkapkan perasaanmu. Kau merasa lega telah menyatakannya, dan aku sadar betapa hari-hari ceria yang kita lalui hanya sebuah elegi. Aku menyakitimu setiap hari tanpa pernah kusadari,,,

Jika umurku panjang, akhir tahun ini aku akan menikah lho Thay,,,


Dan sebelum memasuki hidup baru, aku ingin berterima kasih kepada orang-orang yang pernah memberiku hadiah ulang tahun berupa benda,,,


Ayahku, Ibuku, adik adikku, terima kasih untuk hadiah-hadiah kecilnya, untuk kaos dan celana, makanan, pulpen dan sebagainya,,,,
Mbah putri dan Bulik Janah, terima kasih untuk kaos birunya dulu,,,,,
Pak Eko Yulianto (guru SD kelas 4 ku), terima kasih untuk pesta ulang tahunnya di kelas dulu,,,,,
Emillia thanks buat gesper dan hiasan dindingnya,,,
Uthay makasih buat gespernya,,, yang aku pake setiap hari hingga hari ini,,,

Ties buat puisinya,,,
Tamon San, Arigatougozaimasu. Kyounen steak o gochizou itadakimashita,,,,
Satou San, Arigatougozaimasu, kesa keki (cake ) o moratte itadakimashita,,,,

Tidak ada komentar: