Kamis, Januari 31

Malam tadi aku memimpikanmu,,,


Malam tadi aku memimpikanmu. Tak lama memang, cuma sekilas kita bicara. Bertanya kabar, mengungkapkan rindu kemudian senyum manismu kembali pergi. Mungkin hanya enam puluh detik, lalu terbangun dan kudapati pagi yang dingin tanpamu.

Senyummu, nyata atau mimpi sungguh sangat berharga.


Jpn, 31012008

Minggu, Januari 27

Shinenkai

Hari ini ada acara pertemuan peserta magang (trainer) dari IMM Japan di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo). Seperti biasa, dihadiri peserta magang dan beberapa pejabat kedutaan dan orang-orang dari IMM Japan. Dan seperti biasa pula berisi ceramah dan sambutan basa-basi yang membosankan, diselingi hiburan dan pembagian hadiah.
Ada satu yang menarik bagiku, yaitu datangnya orang dari Bank Indonesia dan PPI Jepang ( Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang ) yang memberikan pengumuman tentang ajakan untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan, manajemen bisnis, manajemen modal dan bisnis berbasis teknologi yang akan diadakan di SRIT (dalam konfirmasi) Minggu, 23 Maret 2008.
Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PII Jepang dan WGTT (Working Group for Technology Transfer ) ini juga rencananya akan menghadirkan beberapa pembicara dari Indonesia yang nota bene adalah pengusaha sukses yang meniti kariernya dari bawah. Kayaknya aku harus datang,,,
Sebenarnya banyak hal-hal menarik diluar acara tersebut, namun ketika aku pulang dan bermaksud menuliskannya, semua hal tersebut menjadi tidak menarik lagi ketika banyak pesan masuk di Yahoo! Messenger ku memberitahukan tentang kematian Bapak Mantan Presiden Soeharto siang ini pukul 1.10 WIB.
Kemudian berbagai Blog mulai rame menuliskan tentang Soeharto lengkap dengan caci maki dan juga puja puji. Dan aku, lebih baik diam,,,

Rabu, Januari 23

Salju Pagi Ini,,,,

Salju pagi ini turun tipis dan malu-malu. Putih, lembut tapi dingin membekukan. Entahlah, apakah salju itu yang membawa dingin atau justru kebekuan yang menciptakan salju...? Apakah salju itu juga kuciptakan dulu dari kebekuanku..?

Ah di akhir hari hujan turun sebagai penutup. Dan begitu cepatnya salju mencair, tak lagi tersisa kecuali dingin.

Selasa, Januari 22

Uthay, gesper ini aku lepas ya,,,

Iya, gesper pemberianmu 11 tahun yang lalu dan setelah menemaniku setiap hari telah waktunya untuk beristirahat,,,
Ingin aku terus memakainya jika mungkin, tapi engkau pasti mengerti bahwa benda itu akhirnya akan rusak juga. Dan hari ini adalah hari terakhir aku mengenakannya,
Maaf ya,,, aku tidak bermaksud untuk tidak menghargai pemberianmu.

Sudah 30 tahun aku jalani hidup ini, hadiah ulang tahun justru aku terima darimu (Uthay) dan Emil yang kuanggap teman biasa, bukan dari gadis yang kepadanya kusematkan cinta. Aku merasa menjadi manusia yang sunyi, tapi betapa aku telah tidak berlaku adil terhadapmu. Memahami perasaanmu saat itu pun aku tak mampu atau mungkin kau yang terlalu pandai berpura-pura,,, hingga setelah pernikahan yang kau lakukan diam-diam dengan seorang pemuda, kau baru ungkapkan perasaanmu. Kau merasa lega telah menyatakannya, dan aku sadar betapa hari-hari ceria yang kita lalui hanya sebuah elegi. Aku menyakitimu setiap hari tanpa pernah kusadari,,,

Jika umurku panjang, akhir tahun ini aku akan menikah lho Thay,,,


Dan sebelum memasuki hidup baru, aku ingin berterima kasih kepada orang-orang yang pernah memberiku hadiah ulang tahun berupa benda,,,


Ayahku, Ibuku, adik adikku, terima kasih untuk hadiah-hadiah kecilnya, untuk kaos dan celana, makanan, pulpen dan sebagainya,,,,
Mbah putri dan Bulik Janah, terima kasih untuk kaos birunya dulu,,,,,
Pak Eko Yulianto (guru SD kelas 4 ku), terima kasih untuk pesta ulang tahunnya di kelas dulu,,,,,
Emillia thanks buat gesper dan hiasan dindingnya,,,
Uthay makasih buat gespernya,,, yang aku pake setiap hari hingga hari ini,,,

Ties buat puisinya,,,
Tamon San, Arigatougozaimasu. Kyounen steak o gochizou itadakimashita,,,,
Satou San, Arigatougozaimasu, kesa keki (cake ) o moratte itadakimashita,,,,

Sabtu, Januari 19

Hayoooo mau ngomik apa ngritik..?


Ah,,,ngomongin komik Indonesia ga ada habisnya ya.... Dari yang pesimis sampai yang optimis.

Lama komik Indonesia mati suri, dianggap ada tapi ga ada, dianggap hilang tapi masih ada. Aku juga bingung tuh apa maksudnya,,,,

Aku juga heran lho,,, Kalau melihat diskusi di milis-milis komik, artikel tentang komik dan kritik-kritik tentang komik Indonesia,,, wah wah waah,,, kayaknya komik Indonesia berisi manusia-manusia yang cerdas dengan kemampuan analisa yang tajam dan akurat seperti slogan acara TV swasta aja yach,,,, Dan melihat kualitas personal mereka dari diskusi dan ide-ide yang mereka lontarkan kayaknya kebangkitan komik Indonesia tak perlu diragukan lagi,,, Uhuiiiiiii

Tapi kenyataanya kok ya berbeda...? Bagi aku yang ga punya dasar pendidikan seni atau desain komunikasi visual secara formal, tentu keadaan ini makin membingungkan. Sebenarnya mereka komikus apa kritikus komik ya..? Kalo komikus kok ya kerjaannya ngritik komik orang mulu, sedang komik dia sendiri juga masih mentah dan ga laku di pasar. Artinya apa ini..? Mbuh lah,,,,

Kalo urusan ngomong dan berteory kayaknya orang kita memang lebih jago. Prakteknya ya belakangan, persis preman pasar yang cuman ngandelin gertak doang,,, Ups,,, sorry kok aku juga ikutan ngritik yah,,,? Astaghfirullaaaaaaaaaaaaaah....

Tapi banyak juga kok komikus yang karyanya keren menurutku tapi ga banyak omong,,, atau kalo boleh dibilang ga suka ngomongin karya orang lain. Nah ini gue angkat topi deh,,,,

Jadi kayaknya aku juga harus pilih jalan nih, jadi komikus apa kritikus.... Kalau milih jadi komikus ya ga usah ngritik komikus lain kalau ga diminta, karena ntar pasti dianggap sombong, hanya merasa karyanya sendiri yang bagus dan bermutu.... Bagaimana kalo diminta untuk ngritik...? kalo yang minta komikus lain ya ajak diskusi aja biar enak, tanpa maksud menjatuhkan komikus tersebut,,, Nah ini yang susah, biasanya kalo diminta ngritik malah belum puas kalo belum nelanjangin.... tapi kalo yang minta orang kedua agar kita mengkritik karya orang ketiga, bilang aja " No coment..." Beres kan...?

Kalo milih jadi kritikus ya ga usah ngomik karena beban semakin berat, harus bikin komik yang sempurna. Sedangkan kita tahu deh, ga bakal ada yang sempurna di dunia ini,,,
Nah, kalo udah bikin komik yang bagus dan bermutu apakah kemudian bebas ngritik lagi...? ya enggak lah,,, Kan ada tanggungjawab moral untuk terus berkarya lagi, dan kayaknya komikus akan kekurangan waktu deh untuk terus ngomik. Maka urusan ngritik ga bakal jadi prioritas di kehidupan dia. Komikus yang suka ngritik karya orang lain pasti karena kurang berkarya dan begitu juga sebaliknya.

Trus kalo kita yang kena kritik...? he,,he,,he,,,, udah resiko kok. Anggap aja itu sebuah bentuk perhatian pada kita,,,


Kayaknya buatku ngomik lebih asyik,,, dan aku ingin memuji komikus lain bila pantas dipuji atau diam tak berkomentar jika ternyata karyanya tak pantas untuk dipuji,,, untuk kritik komik, biarlah orang lain yang ingin serius menjadi kritikus melakukannya... semoga kita bisa saling mengisi,,,

Senin, Januari 14

SALAM,,,,


Pertama kali Beng Rahadian, seorang komikus dari Akademi Samali - Jakarta menyarankanku buat ngeblog, yang terlintas di pikiranku adalah NARSIS. Sejak pertama kenal internet sekitar tahun 1998 yang lalu kemudian maraknya warnet di Bekasi tempat aku tinggal saat itu sama sekali tak terpikirkan buat ngeBlog. Kalau mampir ke Warnet paling nyari informasi lowongan kerja....

Benar, aku berfikir siapa emangnya aku sehingga repot-repot nulis tentang kehidupan pribadiku di internet..? Memangnya kehidupan pribadiku ada yang menarik..? Toh semua kisah kehidupan pada hakikatnya sama saja : Lahir, Hidup, lalu Mati.

Tapi sebagai manusia yang sekarang hidup di penjara beton kota Kawasaki dengan ritme kehidupan yang monoton, pikiranku juga akhirnya monoton. Pengen jadi komikus, tiap hari cuma ngomik tanpa tahu kapan bisa terbit, pengen nulis cerpen toh nggak bakal ketahuan kabarnya. Pengen ngelukis, akhirnya bikin kamar sempit penuh lukisan, sedang aku kan harus berbagi ruang juga sama temen satu apartement yang hoby dan kebiasaannya berbeda.

Terus ngapain lagi...? Chating..? Wah obrolannya ga nyambung. Kadang mood kadang males. Paling chating juga sama Titis Hening, temen trainer di Jepang dan ama Pacar di Jembatan Sepuluh. Nyari teman berbagi cerita emang susah, ga tahu deh kalo cuman buat berbagi duit, mungkin cepet pada dateng kali yach,,,?

Nyerah juga, akhirnya ngeBLOG karena kesepian. Tujuan pertama ya buat majang komik-komikku yang tiap hari aku pacarin, biar dibaca orang daripada nganggur numpuk dilaci. Sukur-sukur dapet respon minimal dari netter. Hitung-hitung ngintip selera ama kecenderungan pasar. Tentu saja pasar komik di Indonesia, bukan pasar komik di Jepang yang udah kayak gurita, bukan juga pasar burung di dekat stasiun Tegal tempat aku beli burung parkit yang sungguh mati aku kangenin. Kangen banget pokoknya.

Multiply jadi blog pertamaku karena rata-rata komikus ngeblognya di sono. Ikut-ikutan aja, ternyata Multiply emang gampang sih buat majang karya komik dibandingkan dengan di web blog lain, walau sebenernya ama Multiply dikasih fasilitas itu buat sharing foto. Jadi jangan heran banyak foto-foto NARSIS di Multiply, ga tahu deh tujuannya buat apaan. Yang aku herankan, kenapa yach pelukis hampir tidak ada yang memanfaatkan blog untuk memajang karyanya..? Bukankah lebih efisien dan ekonomis dibanding memiliki sebuah galery..? Dan tentu dengan jangkauan pasar yang tak terbatas,,, Ntar deh gue tanya temen-temen yang ngaku jadi pelukis,,,,

Lho sekarang kok ngeBlog di blogspot..? Jawabanya, karena aku tak mau memenuhi blog komikku dengan cerita-cerita sampahku yang ga ada hubungannya dengan komik.

Jadi blog ini adalah tempat sampah..? Jawabannya : Ya..!