Sabtu, Desember 6
Semut datang
Hari-hari yang melelahkan. Memang sudah kuperkirakan sebelumnya setelah kepulangan aku akan berurusan dengan orang-orang yang datang dengan masalah keuangan. Dan perkiraanku benar, banyak orang datang mau pinjem duit, semua dengan alasan yang kuat dan memprihatinkan. Tapi dari pengalamanku, menagih hutang lebih sulit dibanding mencari uang. Berapa banyak duitku di orang yg sampai hari ini akhirnya mereka lupakan dan tak mungkin lagi balik. Saat ini aku punya keluarga, kewajibanku adalah menafkahi keluargaku, bukan pada orang lain.
Senin, November 24
Jumat, Oktober 17
Ratu
Wah lama juga ga nulis blogspot,, sejak internet diputus dan sekarang udah sambung lagi, ganti pake nama juniorku.
Akhir-akhir ini aku asyik nonton sinetron RCTI, Ratu. Sinetronnya sih udah lama, kayaknya udah setahunan kali, tapi baru aku tonton. Wah tumben-tumbenan, sebenernya cuman iseng. Tapi rupanya ceritanya asyik dan yang maen juga keren Nabila Shakieb sama Cristian Sugiono.
Mungkin ini sinetron Indonesia pertama yang aku lihat sampai tamat. Emang ada beberapa bagian yang nggak diupload,, tapi ga papa deh.
Cerita tentang cowok SMU yang ketemu sama cewek SMP dan jalan seharian, tapi belon sempat kenalan. Ceritanya asyik, romantis, sedih juga sih.
Yang aku suka dari sinetron ini adalah Ratu dan Rama ( Baja ) yang saling mencintai, saling memberikan perhatian dan SETIA.
Ha,,ha,,ha,,,, sejak SD aku ingin punya cewek yang baik, perhatian dan setia tapi kayaknya susah banget. Cewek yang aku suka biasanya cuek sama aku. Kelas 1 SMP ada juga cewek yang katanya suka sama aku, kelas dua, juga kelas tiga. Tapi mereka bukannya memberikan perhatian padaku, berkorban untukku, justru sebaliknya mereka minta diperhatikan, minta aku berkorban untuk mereka. Aku paling benci orang yang minta tapi nggak mau memberi.
SMU, ada beberapa cewek juga yang kelihatan caper sama aku. Mulyani selalu bikin puisi untukku, pernah minta aku jemput dia saat berangkat sekolah padahal rumahnya kan di Tarub ke utara jauh banget,,, sedang aku deket sekolahku. OK lah,,, aku sekali jemput dia pagi-pagi karena suatu hal, dan dia kasih aku kembang mawar. Berhubung ribet, kembangnya aku buang dijalan,,, aku ga tahu deh perasaan dia saat itu.
Essy yang katanya suka sama aku juga sampai detik ini nggak tahu hobiku, bahkan tanggal lahirku pun nggak tahu. Hah cinta macam apa..? Dia justru menanyakannya saat aku udah di Bekasi dan aku jawab " Kenapa lo baru nanya sekarang...?"
Nining, Fenty, Uthay, Heni, Emil, dan beberapa orang perempuan yang bilang suka sama aku tak pernah aku tanggepin karena mereka hanya mau diperhatikan, hanya mau disayangi dan bukan sebaliknya.
Ada juga perempuan cantik yang mau datang ke kontrakannku, masakin makanan, bawain sesuatu, bahkan mau ngupasin mangga, kacang, dan buah-buahan lain untukku tapi aku nggak bisa deket sama dia. Sebab dia melakukan itu pada semua cowok.
Sampai aku kemudian suka sama Rona dan saat itu aku yakin Rona tak menyukaiku. Saat ke Pangandaran aku belikan sesuatu buat Rona, Euis, Alting dan beberapa orang cewek baik anak rubber maupun kapasitor. Hanya dua orang yang mau memakai barang pemberianku, Euis dan satu anak tol barat yang kuberi jepet rambut. Kalung manik-manik yang aku berikan sama Rona sama sekali nggak disentuh.
Rona justru kelihatan banget berusaha menghindari aku. Tapi aku terlanjur suka. Aku pengen deket sama dia, tapi tiap aku deketin dia malah pergi. Kalau ama cowok lain dia bisa bercanda, tapi kalau ada aku dia manyun. Sebenernya aku sangat lelah.
Aku pengen ngindari dia aja, sama temen tengah malem pergi ke Bogor, naik kehutan deket air terjun, ngelewati sawah dan pemukiman penduduk, digonggong anjing cuma pengen bisa tenang nggak mikirin Rona. Iwan bilang tempatnya asik, sepi dan enak buat ngilangin stress. Tapi pagi-pagi aku udah keingetan sama Rona lagi, duduk di tepi air terjun dan berkhayal seandainya saat itu Rona ada disana tentu lebih asik.
Sama Iwan juga aku naik ke Guci, dibukit teriak-teriak kayak orang gila sementara Iwan maen gitar sambil nertawain aku. Aku bingung kudu bagaimana.
Kalau aku terus kejar Rona tentu dia akan terganggu. Yang aku takutkan Rona suka sama cowok lain dan kalau aku terus nguber, cowok yang Rona suka akan mundur.
Kenyataannya saat aku tanya Rona memang menolakku. Kesimpulannya Rona tak menyukaiku. Cowok lain masih beruntung bisa jalan sama Rona karena dibantu orang lain. Tidak denganku, ngajak Rona jalan aja susahnya nggak ketulungan. Dan aku berusaha sendiri. Mencari rumahnya sendiri, udah pamitan dan minta doain sama temen-temen di kontrakkan aku malah nggak boleh datang. Terpaksa pulang lagi dan jadi bahan tertawaan anak-anak. Padahal saat itu Yasin sama ceweknya, Iwan sama Zakiah, Turna sama Mamay, Iin sama cowoknya dan aku yang pamitan mau maen kerumah Rona balik lagi ngumpul sama mereka.
Aku pengen berhenti ngejar Rona. Itulah sebabnya aku seperti mau nggak mau sama dia. Aku menyukainya, dia membenciku. Semakin aku dekatin aku takut dia semakin merasa terganggu. Aku lebih banyak nongkrong sama temen, maen ke galery lukisan, sering jalan ke pasar seni ancol dan saat itulah aku kenalan sama Pak Tri, seorang pelukis di Ancol yang rumahnya di Bogor. Aku banyak curhat sama dia.
Dan sampai saat itu juga aku nggak lihat sedikitpun Rona mau sama aku. SUDAHLAH,,,, AKU PERGI,,,, kata Padi lewat lagunya. Pelan tapi pasti aku harus melupakan Rona. Aku mulai membuat lamaran kerja ke beberapa perusahaan dengan modal transkrip nilai,,, beberapa kali wawancara tapi nggak ketrima.
Aku harus pindah dari Chemi-Con biar bisa lupa sama Rona. Seandainya saat itu aku dapet kerjaan tentu aku langsung keluar dan nggak akan deketin Rona lagi. Tapi ndapetin kerjaan sama susahnya dengan ndapetin Rona. Aku masih maen ke rumah Rona tapi sungguh aku udah nggak berharap lagi.
Sampai aku pindah kontrakan dan iseng aku telfon Rona ngajak maen ke kontrakan baruku di Kranji. Dulunya sih aku sangat berharap bisa maen berdua keluar sama Rona tapi nggak pernah mau. Siapa sangka saat aku udah mau mundur Rona malah mau aku ajak maen...?
Dan tanggal 3 Maret 2001, saat puasa sunah idul adha aku pamit mau ngajak Rona keluar. Rupanya Rona belon ngomong sama Bapaknya. Jadilah ada sidang dadakan dengan hakim Bapak Surono dibantu Istrinya, Rona sebagai korban dan aku duduk di kursi terdakwa. Anak-anak tetangga pada ngintipin dari balik pintu,,,,
Saat itu Rona mau nerima aku walau saat ditanya cuma diam. Aku nggak tahu apakah perasaannya saat itu sebab perasaanku juga campur aduk. Senang, takut, ngeri, pengen teriak dll.
Awal hubunganku dengannya terasa melelahkan. Entah siapa yang salah. Tapi aku lihat Rona belum sepenuhnya nerima aku. Tiap kali aku deketin dia manyun. Senyumnya sangat mahal. Aku pengen tegor tapi takut dianggap ngekang dan mulai ngatur padahal aku juga orang yang menyukai kebebasan. Sebenarnya aku pengen bersikap profesional dan membedakan hubungan kerja dan hubungan pribadi. Tapi sungguh melelahkan, sebab aku harus terus menahan cemburu begitu juga mungkin dengan Rona. Hanya saja setiap kali aku tanya Rona selalu bilang "Pikir aja sendiri" dan perkataan itu adalah perkataan yang sangat aku benci yang selalu keluar dari bibir Rona.
Aku paling nggak suka disindir atau didiemin. Saat Rona diem aku tanya selalu jawaban yang sama kudapat. Tapi saat aku coba untuk diem belum pernah sekalipun dia tanya kenapa aku diem. Dan saat itu aku pasti yang kalah dan mulai kelabakan. Aku tak akan pernah ngediemin Rona lebih dari 3 hari, sebab lebih dari 3 hari aku akan dosa.
Aku mulai tahu kenapa Rona kadang manyun. Mungkin cemburu sama Euis,,, karena itu aku mulai jaga jarak sama Euis. Pelan-pelan Rona mulai berubah. Tahun kedua dan seterusnya Rona mulai pamit kalau mau pulang kerja, cium tanganku kalau bersalama, bawain makanan buat sarapan pagi dll. Tiap kali ketemu nggak manyun lagi, mau bercanda, dsb. Pelan-pelan aku mulai yakin kalau Rona mulai bisa menerima aku.
Beberapa tahun ini aku 'kehilangan' Rona. Dan itu sangat menyakitkan, jauh dari satu-satunya perempuan yang mau menerima aku, menunggu dan berkorban untukku. Aku ingin jatuh cinta lagi pada orang yang sama setiap hari.
Dan seperti Ratu dan Rama, aku tak ingin ada orang ketiga dalam hati kami. Juga seperti Yoko dan Shio Liong Lee
Akhir-akhir ini aku asyik nonton sinetron RCTI, Ratu. Sinetronnya sih udah lama, kayaknya udah setahunan kali, tapi baru aku tonton. Wah tumben-tumbenan, sebenernya cuman iseng. Tapi rupanya ceritanya asyik dan yang maen juga keren Nabila Shakieb sama Cristian Sugiono.
Mungkin ini sinetron Indonesia pertama yang aku lihat sampai tamat. Emang ada beberapa bagian yang nggak diupload,, tapi ga papa deh.
Cerita tentang cowok SMU yang ketemu sama cewek SMP dan jalan seharian, tapi belon sempat kenalan. Ceritanya asyik, romantis, sedih juga sih.
Yang aku suka dari sinetron ini adalah Ratu dan Rama ( Baja ) yang saling mencintai, saling memberikan perhatian dan SETIA.
Ha,,ha,,ha,,,, sejak SD aku ingin punya cewek yang baik, perhatian dan setia tapi kayaknya susah banget. Cewek yang aku suka biasanya cuek sama aku. Kelas 1 SMP ada juga cewek yang katanya suka sama aku, kelas dua, juga kelas tiga. Tapi mereka bukannya memberikan perhatian padaku, berkorban untukku, justru sebaliknya mereka minta diperhatikan, minta aku berkorban untuk mereka. Aku paling benci orang yang minta tapi nggak mau memberi.
SMU, ada beberapa cewek juga yang kelihatan caper sama aku. Mulyani selalu bikin puisi untukku, pernah minta aku jemput dia saat berangkat sekolah padahal rumahnya kan di Tarub ke utara jauh banget,,, sedang aku deket sekolahku. OK lah,,, aku sekali jemput dia pagi-pagi karena suatu hal, dan dia kasih aku kembang mawar. Berhubung ribet, kembangnya aku buang dijalan,,, aku ga tahu deh perasaan dia saat itu.
Essy yang katanya suka sama aku juga sampai detik ini nggak tahu hobiku, bahkan tanggal lahirku pun nggak tahu. Hah cinta macam apa..? Dia justru menanyakannya saat aku udah di Bekasi dan aku jawab " Kenapa lo baru nanya sekarang...?"
Nining, Fenty, Uthay, Heni, Emil, dan beberapa orang perempuan yang bilang suka sama aku tak pernah aku tanggepin karena mereka hanya mau diperhatikan, hanya mau disayangi dan bukan sebaliknya.
Ada juga perempuan cantik yang mau datang ke kontrakannku, masakin makanan, bawain sesuatu, bahkan mau ngupasin mangga, kacang, dan buah-buahan lain untukku tapi aku nggak bisa deket sama dia. Sebab dia melakukan itu pada semua cowok.
Sampai aku kemudian suka sama Rona dan saat itu aku yakin Rona tak menyukaiku. Saat ke Pangandaran aku belikan sesuatu buat Rona, Euis, Alting dan beberapa orang cewek baik anak rubber maupun kapasitor. Hanya dua orang yang mau memakai barang pemberianku, Euis dan satu anak tol barat yang kuberi jepet rambut. Kalung manik-manik yang aku berikan sama Rona sama sekali nggak disentuh.
Rona justru kelihatan banget berusaha menghindari aku. Tapi aku terlanjur suka. Aku pengen deket sama dia, tapi tiap aku deketin dia malah pergi. Kalau ama cowok lain dia bisa bercanda, tapi kalau ada aku dia manyun. Sebenernya aku sangat lelah.
Aku pengen ngindari dia aja, sama temen tengah malem pergi ke Bogor, naik kehutan deket air terjun, ngelewati sawah dan pemukiman penduduk, digonggong anjing cuma pengen bisa tenang nggak mikirin Rona. Iwan bilang tempatnya asik, sepi dan enak buat ngilangin stress. Tapi pagi-pagi aku udah keingetan sama Rona lagi, duduk di tepi air terjun dan berkhayal seandainya saat itu Rona ada disana tentu lebih asik.
Sama Iwan juga aku naik ke Guci, dibukit teriak-teriak kayak orang gila sementara Iwan maen gitar sambil nertawain aku. Aku bingung kudu bagaimana.
Kalau aku terus kejar Rona tentu dia akan terganggu. Yang aku takutkan Rona suka sama cowok lain dan kalau aku terus nguber, cowok yang Rona suka akan mundur.
Kenyataannya saat aku tanya Rona memang menolakku. Kesimpulannya Rona tak menyukaiku. Cowok lain masih beruntung bisa jalan sama Rona karena dibantu orang lain. Tidak denganku, ngajak Rona jalan aja susahnya nggak ketulungan. Dan aku berusaha sendiri. Mencari rumahnya sendiri, udah pamitan dan minta doain sama temen-temen di kontrakkan aku malah nggak boleh datang. Terpaksa pulang lagi dan jadi bahan tertawaan anak-anak. Padahal saat itu Yasin sama ceweknya, Iwan sama Zakiah, Turna sama Mamay, Iin sama cowoknya dan aku yang pamitan mau maen kerumah Rona balik lagi ngumpul sama mereka.
Aku pengen berhenti ngejar Rona. Itulah sebabnya aku seperti mau nggak mau sama dia. Aku menyukainya, dia membenciku. Semakin aku dekatin aku takut dia semakin merasa terganggu. Aku lebih banyak nongkrong sama temen, maen ke galery lukisan, sering jalan ke pasar seni ancol dan saat itulah aku kenalan sama Pak Tri, seorang pelukis di Ancol yang rumahnya di Bogor. Aku banyak curhat sama dia.
Dan sampai saat itu juga aku nggak lihat sedikitpun Rona mau sama aku. SUDAHLAH,,,, AKU PERGI,,,, kata Padi lewat lagunya. Pelan tapi pasti aku harus melupakan Rona. Aku mulai membuat lamaran kerja ke beberapa perusahaan dengan modal transkrip nilai,,, beberapa kali wawancara tapi nggak ketrima.
Aku harus pindah dari Chemi-Con biar bisa lupa sama Rona. Seandainya saat itu aku dapet kerjaan tentu aku langsung keluar dan nggak akan deketin Rona lagi. Tapi ndapetin kerjaan sama susahnya dengan ndapetin Rona. Aku masih maen ke rumah Rona tapi sungguh aku udah nggak berharap lagi.
Sampai aku pindah kontrakan dan iseng aku telfon Rona ngajak maen ke kontrakan baruku di Kranji. Dulunya sih aku sangat berharap bisa maen berdua keluar sama Rona tapi nggak pernah mau. Siapa sangka saat aku udah mau mundur Rona malah mau aku ajak maen...?
Dan tanggal 3 Maret 2001, saat puasa sunah idul adha aku pamit mau ngajak Rona keluar. Rupanya Rona belon ngomong sama Bapaknya. Jadilah ada sidang dadakan dengan hakim Bapak Surono dibantu Istrinya, Rona sebagai korban dan aku duduk di kursi terdakwa. Anak-anak tetangga pada ngintipin dari balik pintu,,,,
Saat itu Rona mau nerima aku walau saat ditanya cuma diam. Aku nggak tahu apakah perasaannya saat itu sebab perasaanku juga campur aduk. Senang, takut, ngeri, pengen teriak dll.
Awal hubunganku dengannya terasa melelahkan. Entah siapa yang salah. Tapi aku lihat Rona belum sepenuhnya nerima aku. Tiap kali aku deketin dia manyun. Senyumnya sangat mahal. Aku pengen tegor tapi takut dianggap ngekang dan mulai ngatur padahal aku juga orang yang menyukai kebebasan. Sebenarnya aku pengen bersikap profesional dan membedakan hubungan kerja dan hubungan pribadi. Tapi sungguh melelahkan, sebab aku harus terus menahan cemburu begitu juga mungkin dengan Rona. Hanya saja setiap kali aku tanya Rona selalu bilang "Pikir aja sendiri" dan perkataan itu adalah perkataan yang sangat aku benci yang selalu keluar dari bibir Rona.
Aku paling nggak suka disindir atau didiemin. Saat Rona diem aku tanya selalu jawaban yang sama kudapat. Tapi saat aku coba untuk diem belum pernah sekalipun dia tanya kenapa aku diem. Dan saat itu aku pasti yang kalah dan mulai kelabakan. Aku tak akan pernah ngediemin Rona lebih dari 3 hari, sebab lebih dari 3 hari aku akan dosa.
Aku mulai tahu kenapa Rona kadang manyun. Mungkin cemburu sama Euis,,, karena itu aku mulai jaga jarak sama Euis. Pelan-pelan Rona mulai berubah. Tahun kedua dan seterusnya Rona mulai pamit kalau mau pulang kerja, cium tanganku kalau bersalama, bawain makanan buat sarapan pagi dll. Tiap kali ketemu nggak manyun lagi, mau bercanda, dsb. Pelan-pelan aku mulai yakin kalau Rona mulai bisa menerima aku.
Beberapa tahun ini aku 'kehilangan' Rona. Dan itu sangat menyakitkan, jauh dari satu-satunya perempuan yang mau menerima aku, menunggu dan berkorban untukku. Aku ingin jatuh cinta lagi pada orang yang sama setiap hari.
Dan seperti Ratu dan Rama, aku tak ingin ada orang ketiga dalam hati kami. Juga seperti Yoko dan Shio Liong Lee
Selasa, September 30
Orei No Kotoba
Panggilan terdengar agar aku ke jimusho (kantor). Sacho memberitahuku bahwa ada fax dari IMM Tokyo, bahwa pada tanggal 21 Oktober ada pesta perpisahan dan mereka meminta aku memberikan ucapan perpisahan mewakili peserta magang yang akan pulang atau dalam basa Jepang Oreinokotoba,,
Walah,,,, kalau sambutan atau pidato di RT mah ga masalah. Lha ini kan acaranya resmi, yang datang kan semua staff penting IMM, orang perwakilan Perusahaan, pihak kedutaan dll. Bahasa Jepangku kan pas-pasan,,, memangnya IMM Tokyo mau mempermalukanku, maen tunjuk saja,,,
Sayangnya aku tak punya pilihan lain selain menerimanya.
Walah,,,, kalau sambutan atau pidato di RT mah ga masalah. Lha ini kan acaranya resmi, yang datang kan semua staff penting IMM, orang perwakilan Perusahaan, pihak kedutaan dll. Bahasa Jepangku kan pas-pasan,,, memangnya IMM Tokyo mau mempermalukanku, maen tunjuk saja,,,
Sayangnya aku tak punya pilihan lain selain menerimanya.
Label:
hari-hari
PUTUS,,,,
Hari ini internet putus. Sebulan yang lalu udah minta berhenti dan dari perusahaan internet memberitahu bahwa internet masih bisa dipakai sampai 30 September. Tentu tak ada hubungan dengan G30 S PKI yang sekarang mulai dilupakan orang. Sungguh, bangsa Indonesia adalah tipe bangsa yang sangat mudah melupakan jasa pahlawannya tetapi sangat sulit melupakan dendam dan kesalahan pahlawannya.
Lihatlah betapa generasi muda sekarang tak ada yang mengerti tentang kisah pahlawan, bahkan kematian perwira tinggi TNI AD di Lubang Buaya mereka lupakan karena jatuhnya Soeharto. Tak ada lagi bendera setengah tiang tanda duka. Lihatlah Soekarno yang besar jasanya dalam meraih kemerdekaan kemudian dikucilkan saat menjelang kematiannya..? Lihatlah Soeharto yang dicaci maki bahkan sesudah kematian menjemputnya...? Lihatlah betapa Jawa Barat mengharamkan nama Gajah Mada, Hayam Wuruk dan keluarganya menjadi nama jalan seperti juga Jawa Timur mengharamkan Pajajaran,,, semua karena dendam lama dari perang Bubat...?
Masyarakat Indonesia juga masyarakat yang menurutku tidak teguh pendirian. Kagetan, mudah mengikuti arus dalam menentukan kebenaran yang memang tidak hitam putih. Saat Soekarno jatuh semua menghujatnya, Soeharto dianggap dewa. Saat Soeharto lengser dia juga dicaci melebihi kotoran anjing dan masyarakat kembali mendewakan Soekarno. Lihatlah betapa kemudian Pramoedya Ananta Toer dielu-elukan bahkan Goenawan Mohamad menerima dan menulis tentangnya panjang lebar. Aku pribadi lebih memuji sikap Mochtar Loebis yang tetap berdiri di pihak yang berseberangan. Mochtar Loebis juga mengembalikan penghargaan Ramon Magsaysay dari Filipina ketika Pramoedya juga menerimanya.
Aku tahu bagaimana beratnya Mochtar Loebis bersikap. Dia menjadi orang yang bersikap kritis saat pemerintahan Soekarno (seperti juga Soe Hok Gie ), dimusuhi oleh orang-orang Lekra dan PKI yang Pramodya ada didalamnya,, kemudian saat Pramoedya ada dipuncak kejayaan, disanjung dan dielukan layaknya pahlawan oleh seniman-seniman,,, dengan tegas Mochtar Loebis berdiri mengangkang.
Aku tidak mengenal keduanya kecuali lewat karya mereka. Tapi aku sangat menghargai sikap konsisten mereka dalam berkeyakinan. Mochtar Loebis tak banyak dikenal orang awam, namun dia berani mengambil sikap menentang segerombolan seniman yang 'kaget' dengan karya dan pemikiran Pramoedya. Jika harus memilih keberpihakan, aku tak akan berlindung dibawah ketiak mereka. Sebab aku memiliki pendapat dan pemikiran yang berbeda dengan sebagian pemikiran mereka. Aku berdiri di sudut yang berbeda, sebuah sudut sempit dimana hanya ada aku dan diriku.
Untuk malam ini, saat orang bertakbir biarlah aku mengingat 7 orang yang mati di Lubang Buaya sebagai tanda respek dan penghormatanku terhadap perjuangan mereka.
Lihatlah betapa generasi muda sekarang tak ada yang mengerti tentang kisah pahlawan, bahkan kematian perwira tinggi TNI AD di Lubang Buaya mereka lupakan karena jatuhnya Soeharto. Tak ada lagi bendera setengah tiang tanda duka. Lihatlah Soekarno yang besar jasanya dalam meraih kemerdekaan kemudian dikucilkan saat menjelang kematiannya..? Lihatlah Soeharto yang dicaci maki bahkan sesudah kematian menjemputnya...? Lihatlah betapa Jawa Barat mengharamkan nama Gajah Mada, Hayam Wuruk dan keluarganya menjadi nama jalan seperti juga Jawa Timur mengharamkan Pajajaran,,, semua karena dendam lama dari perang Bubat...?
Masyarakat Indonesia juga masyarakat yang menurutku tidak teguh pendirian. Kagetan, mudah mengikuti arus dalam menentukan kebenaran yang memang tidak hitam putih. Saat Soekarno jatuh semua menghujatnya, Soeharto dianggap dewa. Saat Soeharto lengser dia juga dicaci melebihi kotoran anjing dan masyarakat kembali mendewakan Soekarno. Lihatlah betapa kemudian Pramoedya Ananta Toer dielu-elukan bahkan Goenawan Mohamad menerima dan menulis tentangnya panjang lebar. Aku pribadi lebih memuji sikap Mochtar Loebis yang tetap berdiri di pihak yang berseberangan. Mochtar Loebis juga mengembalikan penghargaan Ramon Magsaysay dari Filipina ketika Pramoedya juga menerimanya.
Aku tahu bagaimana beratnya Mochtar Loebis bersikap. Dia menjadi orang yang bersikap kritis saat pemerintahan Soekarno (seperti juga Soe Hok Gie ), dimusuhi oleh orang-orang Lekra dan PKI yang Pramodya ada didalamnya,, kemudian saat Pramoedya ada dipuncak kejayaan, disanjung dan dielukan layaknya pahlawan oleh seniman-seniman,,, dengan tegas Mochtar Loebis berdiri mengangkang.
Aku tidak mengenal keduanya kecuali lewat karya mereka. Tapi aku sangat menghargai sikap konsisten mereka dalam berkeyakinan. Mochtar Loebis tak banyak dikenal orang awam, namun dia berani mengambil sikap menentang segerombolan seniman yang 'kaget' dengan karya dan pemikiran Pramoedya. Jika harus memilih keberpihakan, aku tak akan berlindung dibawah ketiak mereka. Sebab aku memiliki pendapat dan pemikiran yang berbeda dengan sebagian pemikiran mereka. Aku berdiri di sudut yang berbeda, sebuah sudut sempit dimana hanya ada aku dan diriku.
Untuk malam ini, saat orang bertakbir biarlah aku mengingat 7 orang yang mati di Lubang Buaya sebagai tanda respek dan penghormatanku terhadap perjuangan mereka.
Label:
hari-hari
Rabu, September 24
Tiket Shinkansen
Tamura San datang lagi, jam setengah empat sore. Membawa jadwal kereta dan tiket Shinkansen yang akan kami pakai ke Shizuoka Ken untuk wawancara nanti. Dia juga memberikan beberapa catatan hal-hal yang biasanya/kemungkinan akan ditanyakan oleh Boss-nya Daytona, tentu dengan beberapa pilihan jawaban yang kira-kira masuk akal dan cocok.
Tentu saja dengan satu pesan jangan sampai terlambat. Sebab ini berpengaruh juga dengan diterima atau tidaknya aku di perusahaan tersebut.
Yang pergi lima orang, Aku, Wahyu, Morits anak Manado, Tamura San dan Aswandi pembimbing baru dari IMM. Tentu saja yang mau wawancara cuma tiga orang, Tamura San dan Aswandi cuman nganter. Aswandi dulu kuliah di Jepang dan bahasa Jepangnya level 1.
Keesokan harinya tanggal 3 & 4 Tour bersama orang perusahaan. Dulu sempaiku minta tour berkali-kali saat mau pulang akhirnya diajak juga ke Okinawa bareng aku. Kalau aku sekarang sih ga minta, soalnya malu udah sering jalan, bonus 2 kali lipatnya sempai setahun tiga kali padahal sempai cuman dua kali, masa minta tour lagi padahal perusahaan lagi sepi kerjaan.
Tapi rupanya inisiatif perusahaan sendiri jadi ya biarin aja.
Agak heran juga sih,,, Kami diistimewakan termasuk oleh IMM. Banyak temen yang jarang bahkan nggak pernah ditengokin oleh staf IMM, sedangkan aku sering banget didatengin orang IMM. Termasuk staf J-WEC kalau ada orang baru dikenalin sama Boss J-WEC sama kami.
Saat pertemuan IMM dan J-WEC di OVTA beberapa waktu yang lalu banyak yang datang berbasa-basi dengan aku sama Wahyu. Kayaknya perusahaanku terkenal banget..? Teman-teman Kenshu bilang kayak selebritis aja,,, duduk di tengah tapi banyak orang penting datang cuman ngajak salaman dan berbasa-basi. Gue jawab aja , Maklum orang terkenal....
Tentu saja dengan satu pesan jangan sampai terlambat. Sebab ini berpengaruh juga dengan diterima atau tidaknya aku di perusahaan tersebut.
Yang pergi lima orang, Aku, Wahyu, Morits anak Manado, Tamura San dan Aswandi pembimbing baru dari IMM. Tentu saja yang mau wawancara cuma tiga orang, Tamura San dan Aswandi cuman nganter. Aswandi dulu kuliah di Jepang dan bahasa Jepangnya level 1.
Keesokan harinya tanggal 3 & 4 Tour bersama orang perusahaan. Dulu sempaiku minta tour berkali-kali saat mau pulang akhirnya diajak juga ke Okinawa bareng aku. Kalau aku sekarang sih ga minta, soalnya malu udah sering jalan, bonus 2 kali lipatnya sempai setahun tiga kali padahal sempai cuman dua kali, masa minta tour lagi padahal perusahaan lagi sepi kerjaan.
Tapi rupanya inisiatif perusahaan sendiri jadi ya biarin aja.
Agak heran juga sih,,, Kami diistimewakan termasuk oleh IMM. Banyak temen yang jarang bahkan nggak pernah ditengokin oleh staf IMM, sedangkan aku sering banget didatengin orang IMM. Termasuk staf J-WEC kalau ada orang baru dikenalin sama Boss J-WEC sama kami.
Saat pertemuan IMM dan J-WEC di OVTA beberapa waktu yang lalu banyak yang datang berbasa-basi dengan aku sama Wahyu. Kayaknya perusahaanku terkenal banget..? Teman-teman Kenshu bilang kayak selebritis aja,,, duduk di tengah tapi banyak orang penting datang cuman ngajak salaman dan berbasa-basi. Gue jawab aja , Maklum orang terkenal....
Sabtu, September 20
Dia tak datang
Badai bukan badai.
Hanya hujan yang turun malam hari, kemudian sabtu pagi dibuka dengan cerah mentari.
Aku terbangun dan kau tetap tak disisiku,,,
Hanya hujan yang turun malam hari, kemudian sabtu pagi dibuka dengan cerah mentari.
Aku terbangun dan kau tetap tak disisiku,,,
Label:
hari-hari
Jumat, September 19
Taifu,,,
Pergantian musim. Orang banyak menyebutnya pancaroba, pergantian dari musim panas ke musim gugur. Beberapa daerah di Jepang banjir, longsor dan tergenang. Tapi banjir disini tak seperti banjir di Jakarta yang datang dengan pelan, tapi perginya juga pelan,,,
Banjir di Jepang biasanya air tidak tergenang, tapi mengalir deras dan bening airnya. Kadang keruh memang tapi yang jelas tidak menggenang berhari-hari. Paling banjirnya juga disungai,,, yang jelas ga menggenang dan kotor.
Dan beberapa hari ini ada taufan ( taifu) yang datang dari selatan, melewati Osaka, Kyoto terus ke utara hingga Tokyo dan sekitarnya. Besok mungkin ada badai di wilayah Tokyo, jadi besok perusahaan libur. Badainya emang ga kuat, apalagi sampai di Tokyo paling cuma membawa grimis doang,,, tapi ya itu sifat orang Jepang : Takut. Mereka selalu mengantisipasi segalanya dengan keamanan lebih.
Padahal saat aku SD dulu kepala sekolahku bilang sifat orang Jepang adalah pemberani, tapi ternyata salah. Orang Jepang adalah orang yang sangat penakut. Karena itulah mereka selalu memperhatikan alat keamanan, bikin sesuatu serba perfect,,, alasannnya ya TAKUUUUT,,,,,,,,,
Banjir di Jepang biasanya air tidak tergenang, tapi mengalir deras dan bening airnya. Kadang keruh memang tapi yang jelas tidak menggenang berhari-hari. Paling banjirnya juga disungai,,, yang jelas ga menggenang dan kotor.
Dan beberapa hari ini ada taufan ( taifu) yang datang dari selatan, melewati Osaka, Kyoto terus ke utara hingga Tokyo dan sekitarnya. Besok mungkin ada badai di wilayah Tokyo, jadi besok perusahaan libur. Badainya emang ga kuat, apalagi sampai di Tokyo paling cuma membawa grimis doang,,, tapi ya itu sifat orang Jepang : Takut. Mereka selalu mengantisipasi segalanya dengan keamanan lebih.
Padahal saat aku SD dulu kepala sekolahku bilang sifat orang Jepang adalah pemberani, tapi ternyata salah. Orang Jepang adalah orang yang sangat penakut. Karena itulah mereka selalu memperhatikan alat keamanan, bikin sesuatu serba perfect,,, alasannnya ya TAKUUUUT,,,,,,,,,
Label:
hari-hari
Langgan:
Entri (Atom)
